|
K3 Otomotif
|
TROKR020
|
A7
|
Pendemonstrasian
Pemadaman Kebakaran
Tujuan :
· Peserta dapat menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
· Peserta dapat menjelaskan
pelaksanaan produksi K3
· Peserta dapat menjelaskan aspek-aspek keamanan kerja
·
Peserta dapat
menjelaskan pengontrolan kontaminasi
· Peserta dapat menjelaskan pendemonstrasian pemadaman
kebakaran
· Peserta dapat menjelaskan pengangkatan benda kerja secara
manual
· Peserta dapat menjelaskan penerapan pekerjaan sesuai
dengan SOP
Waktu :
3 Jam
TOPIK 5
– KEBAKARAN DAN MENDEMONTRASIKAN CARA PEMADAMAN API
TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Mengetahui teori api, klasifikasi kebakaran serta
pencegahan kebakaran
TUJUAN
INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah
mempelajari modul ini diharapkan peserta dapat :
1. Menjelaskan dasar teori terjadinya api dan perpindahan
panas
2. Menjelaskan
jenis kebakaran / klasifikasi kebakaran
3. Menjelaskan
triangle of firedan tetrahedron of fire
4. Menjelaskan dan melaksanakan prosedur cara menggunakan
pemadam kebakaran
TOPIK 5
– KEBAKARAN DAN MENDEMONTRASIKAN CARA PEMADAMAN API
Kebakaran
Kebakaran adalah suatu reaksi kimia suatu bahan bakar
dengan oksigen yang terjadi pada suhu tertentu, peristiwa kimia yang terlihat
secara fisik yaitu adanya zat terbakar dan berubah bentuk dengan menghasilkan
panas dan cahaya
Perpindahan Panas
Perpindahan
panas dapat terjadi secara :
A. Perpindahan
panas secara radiasi
Yaitu
perpindahan panas dengan paparan langsung kearah vertikal dan horizontal mengingkuti
gelombang elektro magnetic
B. Perpindahan panas secara
konveksi
Perpindahan panas memalui gerakan udara seperti cerobong, melewati
lobang atau celah celah
C. Perpindahan panas secara konduksi
Perpindahan panas melalui media, seperti dibalik
ruangan yang terbakar membakar material diruangan sebelahnya melalui tembok
Teori Segitiga Api / Triangle of Fire
Teori segitiga api merupakan
suatu proses terjadinya pembakaran dimana pada teori ini ada 3 faktor penentu
yaitu
|
FUEL/BAHAN BAKAR
|
|
OXIGEN / O2
|
|
HEAT / PANAS
|
Sehingga pada saat
terjadinya pembakaran maka ke 3 unsur pokok tersebut menjadi satu kesatuan
dalam jumlah perbandingan yang tertentu untuk dapat terjadi suatu proses yang
disebut pembakaran
Teori Bidang Empat / Tetrahedron of Fire
Teori bidang empat merupakan
suatu gejala reaksi terjadinya suatu pembakaran yang terjadi secara terus
menerus dimana api yang bergulung-gulung sampai kemudian padam dengan
sendirinya, peristiwa ini terjadi akibat adanya unsur bahan bakar yang belum
terbakar (free radical reaction) dan terjadi reaksi dengan oksigen (oksidasi)
pada suhu yang panas.
Ø Terjadi mata rantai reaksi yang
panjang
Ø
Mata rantai reaksi terus berlangsung panjang nyala
api belum padam
Ø
Terdapat unsur penting bersenyawa dengan oksigen
(oksidasi)
Ø
Reaksi kimia menyebabkan beberapa molukul benda
menjadi radikal bebas dan kembali oksidasi
Klasifikasi Kebakaran
Berdasarkan
PERMENAKER No. 04/MEN/1980 (mengacu
pada standar NFPA –National Fire Protection Agency - Amerika) klasifikasi
kebakaran dibedakan menjadi 4 bagian yakni :
1. Klas
A
Kebakaran yang bersumber dari benda padat kecuali logam
Contoh : Kertas, kain, daun, pohon, dsb.
2. Klas
B
Kebakaran yang bersumber dari bahan cair dan gas
Contoh : Bensin, solar, minyak tanah, LPG, CNG, dsb
3. Klas
C
Kebakaran yang bersumber dari listrik yang bertegangan
4. Klas
D
Kebakaran yang bersumber dari bahan logam
Contoh : Kalium, Lithium, Magnesium
Pemahaman dan kerja sama dalam perlindungan terhadap
kebakaran adalah penting demi keselamatan setiap pekerja. Belajar bagaimana
mencegah dan memadamkan kebakaran adalah bagian dari pekerjaan Anda
Setiap
pekerja yang berada didekat alat pemadam kebakaran harus dapat mengoperasikan
alat pemadam kebakaran.
Setiap
tempat kerja harus, bila mungkin, mempunyai sebuah tim pemadam kebakaran, Tim
pemadam kebakaran tersebut harus dilatih secara khusus sehingga dapat memimpin
pelaksanaan evakuasi serta pekerjaan pemadaman api sebelum Pasukan Pemadam
Kebakaran datang
Sedangkan
media pemadam kebakaran bisa berupa pasir, air, tabung pemadam (APAR) yang
terdiri dari berbagain jeni
|
|
A. Jenis
kering
Meliputi
: dry powder, CO2, Clean agent, Halon,
B. Jenis
Basah
Meliputi
: air dan busa
APAR / Alat Pemadam Api Ringan :
•
Dapat
dioperasikan satu orang
•
Untuk
pemadam mula kebakaran
•
Sebatas
volume kecil
Cara Penggunaan Alat Pemadam
Api Ringan (APAR)
Dalam pengoperasian alat
pemadam api ringan terdapat istilah
PASS yaitu cara
menggunakan APAR secara mudah dan sederhana :
Pull
the pin
Tarik
pengaman pada tuas pengaman APAR (model pengaman ada yang berupa pin atau kawat
pengaman)
Aim
low
Pegang
APAR dan tuas penyemprot arahkan kebawah (kearah api), jarak APAR dengan api
kurang lebih 6 – 8 feet / 1,8 – 2.4 meter
Squeeze
the lever
Tekan
atau pencet tuas untuk mengaktifkan APAR
Sweep
from side to side
Arahkan
semprotan APAR dari sisi ke sisi hingga api padam.
Catatan :
1.
Arah semprotan harus searah
dengan arah angin
2. Semprot
api mulai adari bagian utama (asal api) jangan dari bagian atas
3. Semprot
api hingga benar-benar padam
4. APAR
yang telah dipakai segera diisi ulang
5. APAR
hanya beroperasi selama 8 sampai 30 detik, oleh karena itu pemadaman harus
benar-benar sesingkat mungkin.
6. APAR
hanya digunakan untuk api mula yang kecil sampai sedang saja.
7. Jika
kebakaran sudah besar maka pemakaian APAR kurang efektif, segera panggil
Petugas Pemadam Kebakaran.
|
$
|
1. Jelaskan
difinisi kebakaran?
2. Sebutkan
4 klasifikasi kebakaran?
3. Sebutkan jenis-jenis media pemadam kebakaran?
4. Jelaskan cara penggunaan APAR secara singkat ?
5. Jelaskan
tentang Triangle of Fire
|
P
|






0 komentar:
Posting Komentar