Personal blog yang berhubungan dengan ilmu dan keilmuan

Selasa, 01 Maret 2016


K3 Otomotif

TROKR020

A7

Pendemonstrasian Pemadaman Kebakaran

Tujuan :
·  Peserta dapat menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
·  Peserta dapat menjelaskan pelaksanaan produksi K3
·  Peserta dapat menjelaskan aspek-aspek keamanan kerja
·  Peserta dapat menjelaskan pengontrolan kontaminasi
·  Peserta dapat menjelaskan pendemonstrasian pemadaman kebakaran
·  Peserta dapat menjelaskan pengangkatan benda kerja secara manual
·  Peserta dapat menjelaskan penerapan pekerjaan sesuai dengan SOP

Waktu :
3 Jam
                      




TOPIK 5 – KEBAKARAN DAN MENDEMONTRASIKAN CARA PEMADAMAN API

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Mengetahui teori api, klasifikasi kebakaran serta pencegahan kebakaran

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
         Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta dapat :
1.  Menjelaskan dasar teori terjadinya api dan perpindahan panas
2.  Menjelaskan jenis kebakaran / klasifikasi kebakaran
3.  Menjelaskan triangle of firedan tetrahedron of fire
4.  Menjelaskan dan melaksanakan prosedur cara menggunakan pemadam kebakaran


TOPIK 5 – KEBAKARAN DAN MENDEMONTRASIKAN CARA PEMADAMAN API


Kebakaran
Kebakaran adalah suatu reaksi kimia suatu bahan bakar dengan oksigen yang terjadi pada suhu tertentu, peristiwa kimia yang terlihat secara fisik yaitu adanya zat terbakar dan berubah bentuk dengan menghasilkan panas dan cahaya

Perpindahan Panas
Perpindahan panas dapat terjadi secara :
A.     Perpindahan panas secara radiasi
Yaitu perpindahan panas dengan paparan langsung kearah vertikal dan horizontal mengingkuti gelombang elektro magnetic
B.     Perpindahan panas secara konveksi
Perpindahan panas memalui gerakan udara seperti cerobong, melewati lobang atau celah celah
C.    Perpindahan panas secara konduksi
Perpindahan panas melalui media, seperti dibalik ruangan yang terbakar membakar material diruangan sebelahnya melalui tembok

Teori Segitiga Api / Triangle of Fire
Teori segitiga api merupakan suatu proses terjadinya pembakaran dimana pada teori ini ada 3 faktor penentu yaitu
FUEL/BAHAN BAKAR
OXIGEN / O2
HEAT / PANAS
 









Sehingga pada saat terjadinya pembakaran maka ke 3 unsur pokok tersebut menjadi satu kesatuan dalam jumlah perbandingan yang tertentu untuk dapat terjadi suatu proses yang disebut pembakaran

Teori Bidang Empat / Tetrahedron of Fire
Teori bidang empat merupakan suatu gejala reaksi terjadinya suatu pembakaran yang terjadi secara terus menerus dimana api yang bergulung-gulung sampai kemudian padam dengan sendirinya, peristiwa ini terjadi akibat adanya unsur bahan bakar yang belum terbakar (free radical reaction) dan terjadi reaksi dengan oksigen (oksidasi) pada suhu yang panas.

Ø  Terjadi mata rantai reaksi yang panjang
Ø  Mata rantai reaksi terus berlangsung panjang nyala api belum padam
Ø  Terdapat unsur penting bersenyawa dengan oksigen (oksidasi)
Ø  Reaksi kimia menyebabkan beberapa molukul benda menjadi radikal bebas dan kembali oksidasi

Klasifikasi Kebakaran
Berdasarkan PERMENAKER No. 04/MEN/1980 (mengacu pada standar NFPA –National Fire Protection Agency - Amerika) klasifikasi kebakaran dibedakan menjadi 4 bagian yakni :
1.  Klas A
Kebakaran yang bersumber dari benda padat kecuali logam
Contoh : Kertas, kain, daun, pohon, dsb.
2.  Klas B
Kebakaran yang bersumber dari bahan cair dan gas
Contoh : Bensin, solar, minyak tanah, LPG, CNG, dsb
3.  Klas C
Kebakaran yang bersumber dari listrik yang bertegangan
4.  Klas D
Kebakaran yang bersumber dari bahan logam
Contoh : Kalium, Lithium, Magnesium

Pemahaman dan kerja sama dalam perlindungan terhadap kebakaran adalah penting demi keselamatan setiap pekerja. Belajar bagaimana mencegah dan memadamkan kebakaran adalah bagian dari pekerjaan Anda
Setiap pekerja yang berada didekat alat pemadam kebakaran harus dapat mengoperasikan alat pemadam kebakaran.
Setiap tempat kerja harus, bila mungkin, mempunyai sebuah tim pemadam kebakaran, Tim pemadam kebakaran tersebut harus dilatih secara khusus sehingga dapat memimpin pelaksanaan evakuasi serta pekerjaan pemadaman api sebelum Pasukan Pemadam Kebakaran datang
Sedangkan media pemadam kebakaran bisa berupa pasir, air, tabung pemadam (APAR) yang terdiri dari berbagain jeni
Alat pemadam api ringan (APAR) atau lazim disebut tabung pemadam dibedakan dalam 2 jenis yaitu :
A.     Jenis kering
Meliputi : dry powder, CO2, Clean agent, Halon,
B.     Jenis Basah
Meliputi : air dan busa

APAR / Alat Pemadam Api Ringan :
    Dapat dioperasikan satu orang
    Untuk pemadam mula kebakaran
    Sebatas volume kecil

Cara Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Dalam pengoperasian alat pemadam api ringan terdapat istilah PASS yaitu cara menggunakan APAR secara mudah dan sederhana :
Pull the pin
Tarik pengaman pada tuas pengaman APAR (model pengaman ada yang berupa pin atau kawat pengaman)
Aim low
Pegang APAR dan tuas penyemprot arahkan kebawah (kearah api), jarak APAR dengan api kurang lebih 6 – 8 feet / 1,8 – 2.4 meter


Squeeze the lever
Tekan atau pencet tuas untuk mengaktifkan APAR
Sweep from side to side
Arahkan semprotan APAR dari sisi ke sisi hingga api padam.

Catatan :
1.     Arah semprotan harus searah dengan arah angin
2.     Semprot api mulai adari bagian utama (asal api) jangan dari bagian atas
3.     Semprot api hingga benar-benar padam
4.     APAR yang telah dipakai segera diisi ulang
5.     APAR hanya beroperasi selama 8 sampai 30 detik, oleh karena itu pemadaman harus benar-benar sesingkat mungkin.
6.     APAR hanya digunakan untuk api mula yang kecil sampai sedang saja.
7.     Jika kebakaran sudah besar maka pemakaian APAR kurang efektif, segera panggil Petugas Pemadam Kebakaran.

 






$
KEGIATAN TERTULIS 7


1.    Jelaskan difinisi kebakaran?

2.    Sebutkan 4 klasifikasi kebakaran?




3.    Sebutkan jenis-jenis media pemadam kebakaran?


4.    Jelaskan cara penggunaan APAR secara singkat ?

5.     Jelaskan tentang Triangle of Fire

P
Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

anda pengunjung ke

Recent Posts

Theme Support

Pages