Personal blog yang berhubungan dengan ilmu dan keilmuan

Selasa, 17 April 2018

Makalah Kelistrikan Sepeda Motor


MENGENAL BATERAI
PADA KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR

TUGAS MAKALAH
Mata Kuliah Kelistrikan Sepeda Motor
Program Studi Teknik Otomotif
Semester IV

Oleh :
JOKO TRI SARWANTO
NPM : 15315032
KELAS :TOM K31/15

Hasil gambar untuk aki gambar




POLITEKNIK DHARMA PATRIA
KEBUMEN
2017

LEMBAR PENGESAHAN
MENGENAL BATERAI PADA KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR
                                                                      

Disusun Oleh :

JOKO TRI SARWANTO
NPM : 15315032

Makalah ini telah disetujui dan disyahkan untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Kelistrikan Sepeda Motor.


                                                                                    Gombong, 14 Januari 2017

                                                 Mengetahui / Mengesahkan



        Dosen Pembimbing                                                Penyusun
                                                                                                           



        MURTIMAN, S.Pd, M.M                                    JOKO TRI SARWANTO
        NIP.                                                                        NPM : 15315006
















                                                                              
MOTTO

“Berdo’a, bersyukur, tetap berusaha dan terus belajar. Bahagiakanlah hatimu dan manfaatkan hari mu untuk sesuatu yang membuat keluarga dan orang lain tersenyum”.















KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah sehingga saya dapat mengerjakan membuat makalah dengan lancar. Tugas ini bertujuan untuk memenuhi penilaian di Mata kuliah Kelistrikan Sepeda Motor sehingga saya dapat mengikuti Mata Kuliah Kelistrikan Sepeda Motor selanjutnya dengan tenang dan tanpa beban.
            Makalah ini membahas tentang pengapian baterai, konstruksi baterai, mengetahui gejala kerusakan dan cara memperbaikinya. Sehingga mahasiswa dapat melakukan perawatan baterai dengan baik dan benar.
Tentu saja makalah ini menjadi bermakna karena pembaca.Terima kasih atas apresiainya,dan makal ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saya senantiasa menerima kritik, saran dan petunjuk-petunjuk serta dukungan untuk proses pembuatan makalah yang lebih baik dan benar.
                                                                                                           
Penyusun














DAFTAR ISI


LEMBAR JUDUL
LEMBAR PENEGSAHAN
MOTTO
KATA PENGANTAR   ……………………………………………………… i
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. ii
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………. 1
1.1        Latar Belakang ………………………………………………... 1
1.2        Tujuan Penyusunan …………………………………………… 2
1.3        Rumusan Masalah …………………………………………….. 2
1.4        Manfaat Penyusunan ………………………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………….. 3
            2.1       Pengertian Baterai  ……………………………………………. 3
2.2       Pengapian Baterai …………………………………………….. 3
2.3       Mencari dan Mengatasi Kerusakan Baterai …………………... 7
2.4       Pemeriksaan dan Perbaikan Baterai …………………………... 8
BAB III PENUTUP ………………………………………………………….. 10
            3.1       Kesimpulan …………………………………………………… 10
            3.2       Saran ………………………………………………………….. 10
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 11










                                                                               
BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Selain dari sumber tegangan langsung, terdapat juga sumber tegangan alternatif dari sistem kelistrikan utama. Sistem ini biasanya terdapat pada  mesin  yang  mempunyai sistem  kelistrikan di mana baterai sebagai sumber tegangan sehingga mesin tidak dapat dihidupkan tanpa baterai. Hampir semua baterai menyediakan arus listrik tegangan rendah (12 V) untuk sistem pengapian.
Dengan sumber tegangan baterai akan terhindar kemungkinan terjadi masalah dalam menghidupkan awal mesin, selama baterai, rangkaian dan komponen sistem pengapian lainnya dalam kondisi baik.
Arus listrik DC (Direct Current) dihasilkan dari baterai (Accumulator). Baterai tidak dapat menciptakan arus listrik, tetapi dapat menyimpan arus listrik melalui proses kimia. Pada umumnya baterai yang digunakan pada sepeda motor ada dua jenis sesuai dengan kapasitasnya yaitu baterai 6 volt dan baterai 12 volt.
Di dalam baterai terdapat sel-sel yang jumlahnya tergantung pada kapasitas baterai itu sendiri, untuk baterai 6 volt mempunyai tiga buah sel sedangkan baterai 12 volt mempunyai enam buah sel yang berhubungan secara seri dan untuk setiap sel baterai menghasilkan tegangan kurang lebih sebesar 2,1 volt. Sementara untuk setiap sel terdiri dari dua buah pelat yaitu pelat positif dan pelat negatif yang terbuat dari timbal atau timah hitam (Pb). Pelat-pelat tersebut disusun bersebelahan dan diantara pelat dipasang pemisah (Separator) sejenis bahan non konduktor dengan jumlah pelat negatif lebih banyak dibandingkan dengan pelat positif untuk setiap sel baterainya. Dan untuk mengetahui masalah pada sebuah baterai dan cara mengatasinya.
1.2              Tujuan Penyusunan
Kendaraan sepeda motor sudah tidak asing lagi buat kita , dari orang yang kaya sampai yang kurang mampupun terkadang punya. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk :
a.       Mahasiswa mampu mengetahui cara mencari dan mengatasi kerusakan baterai
b.      Mahasiswa mampu mengetahui cara perawatan sebuah baterai

1.3              Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan baterai ?
b.      Bagaimana pengapian menggunakan baterai ?
c.       Bagaimana cara mencari dan mengatasi sebuah kerusakan pada baterai ?
d.      Bagaimana cara perawatan sebuah baterai ?

1.4              Manfaat Penyusunan
Adapun manfaat penyusunan makalah, antara lain sebagai berikut :
a.       Mahasiswa dapat mengerjakan sendiri masalah-masalah yang terjadi pada kerusakan baterai
b.      Mahasiswa dapat mengerti lebih dalam tentang cara perawatan sebuah baterai













                                                                                                       
BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Baterai
     Baterai sebagai sumber tegangan sehingga mesin tidak dapat dihidupkan tanpa baterai. Hampir semua baterai menyediakan arus listrik tegangan rendah (12 V) untuk sistem pengapian.
Dengan sumber tegangan baterai akan terhindar kemungkinan terjadi masalah dalam menghidupkan awal mesin, selama baterai, rangkaian dan komponen sistem pengapian lainnya dalam kondisi baik.
Arus listrik DC (Direct Current) dihasilkan dari baterai (Accumulator). Baterai tidak dapat menciptakan arus listrik, tetapi dapat menyimpan arus listrik melalui proses kimia. Pada umumnya baterai yang digunakan pada sepeda motor ada dua jenis sesuai dengan kapasitasnya yaitu baterai 6 volt dan baterai 12 volt.

2.2       Pengapian Baterai
        Di dalam baterai terdapat sel-sel yang jumlahnya tergantung pada kapasitas baterai itu sendiri, untuk baterai 6 volt mempunyai tiga buah sel sedangkan baterai 12 volt mempunyai enam buah sel yang berhubungan secara seri dan untuk setiap sel baterai menghasilkan tegangan kurang lebih sebesar 2,1 volt. Sementara untuk setiap sel terdiri dari dua buah pelat yaitu pelat positif dan pelat negatif yang terbuat dari timbal atau timah hitam (Pb). Pelat-pelat tersebut disusun bersebelahan dan diantara pelat dipasang pemisah (Separator) sejenis bahan non konduktor dengan jumlah pelat negatif lebih banyak dibandingkan dengan pelat positif untuk setiap sel baterainya.

Pelat-pelat ini direndam dalam cairan elektrolit (H2SO4). Akibat terjadinya reaksi kimia antara pelat baterai dengan cairan elektrolit tersebut  akan  menghasilkan arus  listrik  DC  (Direct  Current).  Adapun reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut :

PbO2 + H2SO4 + Pb                       Pb SO4 + H2O + PbSO4
PbO2     = Timah peroksida PbSO4 = Sulfat Timah H2SO4  = Cairan Elektrolit H2O     = Air
Jika baterai telah digunakan dalam jangka waktu tertentu maka arus listrik yang tersimpan di dalam baterai akan habis, oleh sebab itu diperlukan sistem untuk melakukan pengisian kembali. Sistem pengisian ini memanfaatkan arus dari kumparan yang terlebih dahulu disearahkan dengan  menggunakan  penyearah  arus  yang  disebut  dengan  Cuprok (Rectifier).
Reaksi yang terjadi pada saat pengisian baterai adalah sebagai berikut :
Pb SO4 + H2O + PbSO4                                       PbO2 + H2SO4 + Pb





Pengaruh Tegangan Baterai pada Sistem Pengapian

Pada kehidupan sehari-hari kita sering membuat api yang digunakan untuk membakar sesuatu, tentunya kita memerlukan sumber api, seperti batu korek api yang digunakan untuk membakar gas dari dalarn korek saat menyalakan rokok, kesempurnaan terbakarnya gas dalam korek sangat tergantung pada seberapa besar batu korek api dapat menghasilkan percikan api.
Gambaran sederhana di atas memiliki dasar yang sama dengan pembakaran di dalam silinder motor bensin. Baterai adalah sumber api utama pada sistem pengapian.
Kekuatan dari baterai dapat dinyatakan dengan tegangan (volt) yang dimiliki, artinya kekuatan baterai sebagai sumber api tergantung dari besar   tegangannya.   Lalu,   bagaimana   pengaruh   tegangan   baterai terhadap besarnya bunga api?
Sebagai   ilustrasi   lebih   jauh   mengenai   pengaruh   besarnya tegangan baterai terhadap sistem pengapian dapat kita amati dari kondisi tegangan   jaringan   listrik   rumah   dari   PLN.   Malam   hari   saat   kita menyalakan beban listrik seperti setrika, kompor listrik, dan pompa air bersama-sama sering jaringan listrik rumah jatuh/terputus, padahal pada siang hari masih mampu hidup. Peristiwa ini menandakan bahwa tegangan listrik rumah turun dari nilai semestinya. Pernahkah Anda mengukur tegangan listrik dari PLN saat malam hari, dan membandingkannya dengan pengukuran siang hari?
Tegangan tinggi yang terinduksikan pada koil pengapian tergantung dari tegangan baterai, oleh karena itu baterai yang lemah tidak dapat memproduksi kemagnetan yang kuat. Sedangkan tegangan tinggi yang dapat diinduksikan bergantung pada kemagnetan yang terjadi




2.4       Pemeriksaan dan Perbaikan Baterai
a.  Periksa  kerusakan  tempat  baterai  atau  plat  terhadap  adanya pembentukan sulfat (selubung putih).
Ganti baterai jika sudah rusak atau telah mengalami sulfasi.
b.  Periksa tinggi permukaan elektrolit pada tiap sel, apakah masih berada diantara batas bawah (lower level) dan batas atas (upper
level).  Jika  rendah,  tambah  air  suling  agar  tinggi  permukaan
mencapai batas teratas (upper level).
c.   Periksa  berat  jensi  (BJ)  setiap  sel  dengan  menghisap  cairan elektrolit ke dalam hydrometer.
Berat jenis:
Muatan penuh      : 1,270 1,290 pada suhu
20oC Muatan kosong    : di bawah 1, 260 pada suhu 20oC









Catatan:
1)  Berat jenis akan berubah sekitar 0,007 per 100C perubahan suhu. Perhatikanlah suhu sekitar saat melakukan pengukuran.
2)  Jika perbedaan berat jenis antara sel-sel lebih dari 0,01, isi
ulang  (strum)  baterai.  Jika  perbedaanya  terlampau  besar,
ganti baterai.
3)  Baterai juga harus diisi kembali apabila berat jenisnya kurang dari 1,230.
4)  Pembacaan tinggi pada permukaan cairan pada hydrometer harus dilakukan secara horisontal.

d.  Ukur tegangan baterai menggunakan multimeter
Standar tegangan (voltage) untuk baterai bebas perawatan (free maintanenace):
Bermuatan penuh      : 13,0 – 13,2 V Bermuatan kurang     : di bawah 12, 3 V





BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
            Dari makalah di atas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa :
a.       Dengan sumber tegangan baterai akan terhindar kemungkinan terjadi masalah dalam menghidupkan awal mesin, selama baterai, rangkaian dan komponen sistem pengapian lainnya dalam kondisi baik.
b.      Jika baterai telah digunakan dalam jangka waktu tertentu maka arus listrik yang tersimpan di dalam baterai akan habis, oleh sebab itu diperlukan sistem untuk melakukan pengisian kembali.
c.       Tegangan tinggi yang terinduksikan pada koil pengapian tergantung dari tegangan baterai, oleh karena itu baterai yang lemah tidak dapat memproduksi kemagnetan yang kuat.

3.2       Saran
                                    Semoga dengtan adanya makalah ini mahasiswa dapat lebih memahami kembali tentang pengertian baterai, cara mengidentifikasi masalah pada batrai, dan dapat memperbaiki sendiri tentang kerusakan baterai. 












DAFTAR PUSTAKA


Boentarto. 1993. Cara Pemeriksaan Penyetelan dan Perawatan Sepeda
Motor. Yogyakarta: Penerbit Andi

Solihin, Iin dan Mulyadi (2003).  Perbaikan Sistem Kelistrikan Otomotif .
Bandung: Armico

Yaswaki  Kiyaku  dan  DM.  Murdhana.  2003.  Teknik  Praktis  Merawat
Sepeda Motor. Bandung: Pustaka Grafika.




Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

anda pengunjung ke

Recent Posts

Theme Support

Pages