|
K3 Otomotif
|
TROKR020
|
A7
|
Prosedur Pelaksanaan K3
Tujuan :
·
Peserta dapat menjelaskan keselamatan dan
kesehatan kerja (K3)
·
Peserta dapat menjelaskan pelaksanaan produksi K3
·
Peserta dapat menjelaskan aspek-aspek
keamanan kerja
·
Peserta dapat menjelaskan
pengontrolan kontaminasi
·
Peserta dapat
menjelaskan pendemonstrasian pemadaman kebakaran
·
Peserta dapat
menjelaskan pengangkatan benda kerja secara manual
·
Peserta dapat
menjelaskan penerapan pekerjaan sesuai dengan SOP
Waktu :
3 Jam
PROSEDUR
K3
(KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA)
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bahan ajar ini diharapkan peserta
dapat :
1. Menjelaskan
perlengkapan pelindung diri
2. Mengerti
peraturan pokok keselamatan kerja
3. Menjelaskan
arti penting keselamatan
4. Menerapkan
pencegahan kecelakaan
5. Mengerti
sebab-sebab kecelakaan
6. Menghindari tindakan bekerja yang tidak aman
7. Menghilangkan
kondisi yang tidak aman
8. Meningkatkan
kesadaran akan keselamatan
9. Mengerti
cara pencegahan kecelakaan
10. Bekerja
dengan aman
11. Membenahi
kondisi tempat kerja
12. Mengerti
arti tanda-tanda peringatan
13. Mengatur
kondisi kendaraan di bengkel
PROSEDUR
KESELAMATAN KERJA SECARA UMUM
1.1
PROTECTIV
PERSONAL EQUIPMENT / PPE
Perlengkapan
Pelindung Diri (PPE) minimum yang harus dipakai di semua workshop adalah:
·
Pakaian
kerja (celana, kemeja sesuai standar) untuk tempat kerja.
·
Sepatu pengaman
·
Kaca mata pengaman
·
Helmet pengaman
PPE yang dirancang sebagai pelindung
badan adalah untuk melindungi secara keseluruhan dari organ tubuh kita,
pakailah PPE dengan benar untuk melindungi diri dari luka yang serius, maka
perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.
Pakaian kerja
·
Pakaian kerja terbuat dari
bahan katun atau sejenisnya, hindari penggunaan pakaian dari bahan sintetis.
·
Lengan baju yang lebar,
kemeja atau sweater yang koyak atau tidak terkancing, ikat pinggang kendor
dapat dengan mudah tersangkut pada mesin yang berputar.
·
Kancing baju atau peniti
harus tertutup guna menghindari kerusakan permukaan cat pada bodi kendaraan
saat bekerja.
·
Pakailah celana panjang
tanpa lipatan bawah karena dapat menyebabkan tersangkut atau dapat kemasukan
bunga api atau zat kimia berbahaya
Gunakanlah pakaian yang aman
dan PPE yang cocok
2.
Sepatu kerja
Sol
yang kuat, berguna untuk melindungi dari paku atau besi bekas yang runcing.
Kulit bagian atas melindungi dari butiran bara api, metal yang jatuh atau
meleleh, dsb. Safety shoes dan boots yang bagian depannya diperkuat guna
melindungi dari benda-benda berat yang jatuh.
3. Kacamata
pengaman
Untuk pekerjaan
penggerindaan, pengeboran, membubut atau bekerja dikolong kendaraan sebaiknya
menggunakan kacamata pengaman, guna melindingi mata dari serpihan benda kerja
atau kotoran yang jatuh.
4. Helm
pengaman
Untuk pekerjaan dengan
resiko kejatuhan benda sebaiknya topi pengaman diwajibkan untuk dipakai, helm
pengaman pada prinsipnya sebagai pengaman dari benda jatuh dari atas bukan dari
samping.
Pendukung
keselamatan kerja yag lain adalah :
5. Sarung
tangan
Sarung tangan hendaknya
digunakan sesuai dengan jenis pekerjaan yang ditangani. Umumnya bahan terbuat
dari katun dan kulit.
6. Pelindung
telinga
Pelindung telinga terdiri
atas pelindung sumbat (ear plug) bentuknya kecil terbuat dari semacam busa
dimana penggunaannya langsung dimasukkan kedalam telinga dan pelindung tutup
(ear muff), alat ini digunakan sebagai penutup telinga untuk menghindari
kebisingan suara yang lebih dari 85 desible.
Untuk menjamin
keselamatan kerja selama menangani pekerjaan maka ada beberapa hal yang harus
diperhatikan antara
1. Rambut
Rambut yang panjang dapat
membahayakan diri sewaktu bekerja karena dengan mudah tersangkut pada mesin bor
atau bagian mesin yang berputar
2. Jam
tangan atau cincin
·
Jangan menggunakan jam
tangan atau cincin karena dapat tersangkut pada peralatan yang berputar.
·
Bila bekerja pada kendaraan
dapat menyebabkan terjadinya hubungan pendek dan dapat menyebabkan luka bakar.
3. Pakailah peralatan pelindung diri yang sesuai dengan
pekerjaan yang dilakukan. Alat pelindung harus dipelajari dan dipakai dengan
benar di segala situasi kerja sehingga anda terhindar dari kemungkinan
terjadinya kecelakaan.
4. Jangan merebahkan diri di atas lantai beton atau lantai
sejenis ketika sedang bekerja di bawah kendaraan gunakan sebuah sleeper atau
material berisolasi.
·
Bersentuhan
dengan lantai dapat mengganggu kesehatan terutama dalam waktu yang lama.
·
Kontak
langsung dengan lantai sangat berbahaya ketika menggunakan peralatan listrik.
1.2 Peraturan Pokok Keselamatan Kerja
Di area tertentu
diperlukan perlengkapan pengaman tambahan.jika anda berada di workshop tanpa
memakai perlengkapan yang sesuai anda akan diminta keluar dari workshop. Hal
kedua yang harus dipelajari adalah 13 peraturan keselamatan dasar yang harus
selalu diikuti. Peraturan ini dipasang di semua workshop untuk memberi
peringatan mengenai tindakan keselamatan yang harus dilakukan.
Pelajarilah dan patuhilah selalu.berikut ini adalah
salinan peraturan tersebut.
|
PERATURAN UMUM
KESELAMATN DI WORKSHOP
|
|
SIAPA SAJA YANG
TIDAK MENGIKUTI PERATURAN KESELAMATAN KERJA AKAN SEGERA DIKELUARKAN DARI
WORKSHOP.
|
|
1. Semua
orang yang memasuki atau berada di workshop harus memakai perlengkapan
pelindung diri standar yang telah diakui.
2. Orang
yang menggunakan perkakas dan peralatan di workshop harus mengetahui cara
mengoperasikannya menurut standar. Orang yang mengoperasikan
kendaraan harus kompeten dan memiliki Kartu Ijin Mengoperasikan Kendaraan.
3. Semua
material dan tools harus dijaga tetap pada kondisi baik. Jika peralatan rusak
harus dipasang label “Peralatan Rusak” dan laporkan kepada yang trainer.
4. Sebelum
mengoperasikan segala mesin di workshop, semua pelindung/pengaman harus
diperiksa untuk memastikan bahwa posisinya tepat dan tidak rusak.
5. Area
di sekitar peralatan harus bebas dari segala halangan.
6.
Mesin tidak boleh dioperasikan oleh dua orang secara
bersamaan. (Khusus
alat berat)
7. Peserta
pelatihan harus selalu mengikuti petunjuk trainer.
8. Prosedur
isolasi dan pemasangan label harus selalu diikuti dan dipraktekkan.
9. Siapa
pun tidak boleh berperilaku secara tidak aman.
10. Workshop
harus selalu dijaga tetap dalam kondisi bersih dan rapi.
11. Setelah
digunakan, semua tools dan equipment harus dibersihkan, diperiksa dan
dikembalikan ke tempat yang tepat.
12. Peserta
pelatihan tidak boleh meninggalkan kelas atau workshop tanpa izin dari
trainer.
13.
Waspadalah
selalu dengan tanda-tanda keselamatan dan ikuti semua instruksi.
|
|
$
|
Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Perlengkapan
pelindung diri apakah yang minimal harus dipakai di workshop?
2. Apa
yang harus dimiliki sebelum diizinkan mengoperasikan kendaraan?
3. Apa
yang harus dilakukan sebelum mengoperasikan suatu peralatan?
4. Setelah
selesai memakai perkakas dan peralatan, ada tiga (3) hal apakah yang harus
dilakukan? sebutkan
5. Singkatan dari apakah P.P.E?
6. Sebaiknya pakaian kerja terbuat dari apa?
|
P
|
1.3
PENTINGNYA
KESELAMATAN
Belajar untuk bekerja
secara produktif pasti berkaitan dengan belajar bekerja secara aman, cara yang
tepat dalam mengerjakannya adalah sesuai dengan standar. Semua cara yang tidak sesuai
dengan standar adalah salah.
Pencegahan kecelakaan di lingkungan
kerja bukanlah urusan para ahli saja. Anda harus belajar bagaimana bekerja
tanpa mencederai diri sendiri atau membahayakan teman sekerja. Usaha-usaha anda
sendirilah yang sangat berperan dalam membuat tempat kerja tetap aman.
AKIBAT
DARI KECELAKAAN DI LINGKUNGAN KERJA
Kecelakaan mengakibatkan kerugian untuk
setiap orang. Jika anda mengalami kecelakaan andaakan menderita karena:
·
Rasa sakit dan ketidak
nyamanan
·
Kemungkinan menurunnya
penghasilan
·
Terhambat untuk melakukan
sesuatu dalam hal pekerjaan, olah raga dan kegiatan-kegiatan sosial.
Setiap tahun di Indonesia,
beratus-ratus orang mati akibat dari kecelakaan kerja di lingkungan industri
dan beribu-ribu orang mengalami cedera seumur hidup. Meskipun banyak
diantaranya tidak mengalami cedera serius, sudah dapat dipastikan bahwa
sebagian besar kasus kecelakaan tersebut menyebabkan kerugian waktu.
|
Pelanggaran
peraturan keselamatan bisa menyebabkan
Anda
kehilangan pekerjaan
|
1.4 PERLUNYA PENCEGAHAN
KECELAKAAN
Kecelakaan di lingkungan industri dapat
menambah masalah masyarakat. Setiap tahun di perusahaan-perusahaanpara pekerja
diistirahatkan dan jam kerja yang sangat berharga pun hilang.Oleh karena itu,
pemerintah, industri, dan perusahaan-perusahaan swasta membentuk departemen
yang melakukan penelitian tentang penyebab kecelakaan dan meningkatkan
pelaksanaan kerja standar.
Beberapa penemuan dari penelitian keselamatan dunia menunjukan hal-hal
sebagai berikut :
·
Para
karyawan muda dan orang yang masih baru memasuki pekerjaan yang ditanganinya
lebih besar kemungkinannya untuk mengalami kecelakaan.
·
Secara
keseluruhan, sekitar satu dari 30 orang mengalami kecelakaan sepanjang tahun
dan tidak bisa masuk kerja lebih dari satu minggu.
·
Angka
tersebut adalah angka rata-rata,di beberapa industri besaran terjadinya
kecelakaan lebih tinggi dari yang lain.
Sekitar 2 dari 3 kecelakaan
mengakibatkan orang cedera karena terkilir, terjatuh, terpeleset, tergelincir,
tersandung, terpukul benda yang bergerak atau jatuh, atau menginjak atau
menabrak benda tak bergerak.
Dengan menggunakan penilaian yang baik
dan sehat serta mengikuti peraturan keselamatan umum anda bisa terhindar dari
rasa sakit akibat kecelakaan.
Diagram di
bawah ini kurang lebih merupakan petunjuk terhadap tipe dan frekuensi cedera
yang terjadi sebagai akibat dari kecelakaan yang terjadi di Negara berkembang.
|
$
|
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.:
1. Mengapa
Anda harus balajar bekerja secara aman?
2. Sebutkan
tiga (3) hal yang bisa Anda derita sebagai akibat dari kecelakaan?
a.
b.
c.
3. Apa
yang mungkin terjadi pada orang yang tidak mengikuti peraturan keselamatan
kerja ?
4. Sebutkan
dua (2) tipe orang yang paling mungkin mengalami kecelakaan?
1.
2.
5.
Sebutkan enam (6) hal yang
biasa dilakukan orang yang paling mungkin menyebabkan kecelakaan.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
P
|
1.5
SEBAB-SEBAB
TERJADINYA KECELAKAAN
Penyebab terjadinya
kecelakaan:
·
Tindakan yang tidak aman =
tindakan di bawah standar.
·
Kondisi yang tidak aman =
kondisi di bawah standar.
Antisipasi kecelakaan :
·
Kecelakaan bisa dicegah
dengan menghilangkan penyebabnya.
·
Mencari sebab-sebab
terjadinya kecelakaan adalah penting.
Hasil-hasilnya bisa
dipakai dasar untuk menyusun perencanaan tentang cara pencegahan agar
kecelakaan sejenis tidak terulang lagi.
Kondisi kerja yang tidak aman (kondisi di bawah standar)
Cara
kerja yang tidak aman
1.6
MENGHINDARI
TINDAKAN YANG TIDAK AMAN
Menghindari tindakan
yang tidak aman adalah tanggung jawab anda sendiri. Anda harus belajar bekerja
secara aman dan efisien demi kepentingan sendiri dan orang lain. Segala
tindakan yang ceroboh yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain adalah
tindakan dan perilaku yang tidak bertanggung jawab. Ikuti petunjuk-petunjuk
dari supervisor / atasan anda.gunakan cara kerja yang benar, sekalipun anda
melihat orang lain melakukan tindakan yang beresiko.
Perilaku bekerja dengan
tindakan yang tidak aman :
·
Menggunakan
peralatan tanpa mendapatkan training mengenai cara menggunakannya.
·
Menggunakan
perkakas atau peralatan dengan cara yang salah.
·
Tidak
memakai perlengkapan pelindung diri seperti sarung tangan pada saat mengerjakan
pekerjaan mengharuskan pemakaian sarung tangan.
·
Berperilaku
ceroboh dan bermain-main.
·
Tergesa-gesa
dan mengambil tindakan potong kompas yang membahayakan diri di workshop.
·
Mengalihkan
perhatian orang lain dari pekerjaannya, atau dirinya sendiri beralih perhatian.
1.7
MENGHILANGKAN
KONDISI YANG TIDAK AMAN
Kerja sama anda sangatlah penting dalam
mencegah berkembangnya kondisi yang tidak standar.
Kondisi kerja yang aman bukanlah hanya
persoalan tersedianya perkakas dan peralatan yang baik serta workshop yang
dirancang secara baik tetapi juga tergantung pada kerja sama dari setiap
orangdi tempat kerja.
Bagian yang penting dari kondisi kerja
yang aman adalah menjaga tempat kerja tetap bersih dan rapi.anda harus
mementingkan keselamatan diri dan orang lain pada kebiasaan kerja anda. Beberapa hal yang harus dikerjakan untuk menjaga daerah
kerja tetap aman akan di berikan kemudian.
Beberapa
contoh kondisi yang tidak aman di tempat kerja di bawah ini:
·
Lantai yang licin
·
Pencahayaan yang tidak bagus
·
Tempat kerja yang tidak
rapi, atau tempat kerja yang berdebu
·
Perkakas tangan yang rusak
·
Peralatan tanpa pelindung
·
Material
yang ditumpuk dengan tidak teratur
Perilaku
bekerja dengan kondisi tidak aman :
·
Kurangnya
petunjuk mengenai cara-cara kerja yang aman.
·
Kurangnya training.
·
Tidak lengkapnya pakaian
pengaman
·
Cacat fisik, seperti
kemampuan pandang yang jelek, pendengaran tidak baik.
·
Rambut panjang yang bisa
menyentuh peralatan yang berputar.
·
Dan sebagainya
Segala sesuatu yang bisa menyebabkan
kecelakaan adalah bahaya.melihat atau memperhatikan bahaya adalah langkah
pertama dalam mencegah kecelakaan.
Kondisi
yang aman (kondisi standar)
|
$
|
1. Sebutkan dua(2) penyebab utama kecelakaan!
2. Sebutkan
dua (2) cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi tindakan-tindakan yang tidak
sesuai dengan standar?
a)
b)
3. Sebutkan
enam (6) hal yang merupakan contoh kondisi kerja yang tidak baik.
4. Apa
yang harus dilakukan jika anda menemukan sumber bahaya?
|
P
|
1.8
MENINGKATKAN
KESADARAN AKAN KESELAMATAN
Renungkan
sejenak mengenai apa yang telah anda pelajari pada bab sebelumnya. Sekarang
anda harus lebih menyadari pentingnya pencegahan kecelakaan.
Anda perlu membina kesadaran ini pada
diri anda sehingga menjadi bagian yang penting dari latihan dan keterampilan
anda. Sepanjang anda mempelajari sesuatu mengenai pekerjaan anda, anda harus
belajar bagaimana melakukannya secara aman.belajar merupakan tugas seumur
hidup.
Anda perlu mengingatkan kontrol diri
terhadap tindakan anda hingga mendekati tingkat pemikiran paling dalam sehingga
anda bisa menghindarkan diri sendiri atau orang lain dari kecelakaan.
1.9
PENCEGAHAN
KECELAKAAN
Kecelakaan dapat dicegah dengan
meniadakan kemungkinan penyebabnya. Orang yang paling baik untuk bekerja sama
adalah mereka yang waspada, penuh perhatian, hati-hati dan bertanggung jawab.
anda juga akan disenangi dengan membina kualitas yang sama. Pelajaran ini
selanjutnya akan memberikan pelatihan bagaimana mencegah kecelakaan. Anda akan
di ajari cara:
·
Berperilaku secara aman
·
Mencegah timbulnya kondisi
yang membahayakan
·
Mengetahui apa yang harus diperbuat
dalam keadaan darurat.
Laporkan semua kecelakaan, atau kerusakan peralatan sekecil apapun.
Kerusakan kecil pun bisa berkembang menjadi gangguan yang serius bila tidak
dilaporkan.
1.10
BEKERJA
DENGAN AMAN
Anda
langsung bertanggung jawab pada cara anda bertindak di tempat kerja baik
sewaktu jam kerja maupun selama istirahat. Informasi ini adalah untuk mekanik
dan pekerja lainnya di workshop Otomotif dan Peralatan Tambang guna membina
kesadaran dalam penggunaan fasilitas seperti area kerja, peralatan kerja dan
material
sewaktu
melaksanakan berbagai jenis tugas dalam perawatan dan perbaikan kendaraan dan
peralatan.
Beberapa
tindakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dapat anda lihat berikut
ini :
·
Kenalilah
tempat kerja dengan baik.
·
Konsentrasikan
diri pada pekerjaan yang sedang dikerjakan, tetapi waspadalah terhadap apa yang
sedang terjadi di sekeliling anda
·
Perhatikan
tanda-tanda dan pembatas-pembatas yang dipasang untuk menandai area atau
kondisi yang tidak aman.
·
Jangan
mengganggu siapa saja yang sedang konsentrasi pada pekerjaannya.
·
Jangan bercanda sewaktu
bekerja
·
Berjalanlah, jangan berlari
sepanjang koridor, jalanan atau di tangga atau dimanapun dalam workshop.
·
Jangan bermain api, listrik,
angin kompresor atau slang air.
·
Jangan
melemparkan barang-barang di sekitar tempat kerja.
·
Khususnya
sangat berbahaya membuang lap-lap kotor atau kain bekas. walaupun ringan,
kemungkinan mengandung debu besi, atau partikel tajam yang dapat melukai atau
menyebabkan sakit mata yang seriusatau mungkin juga mengandung oli atau bahan
pelarut yang bisa masuk ke mata.
|
$
|
1. Lengkapilah
pernyataan berikut:
Anda tidak hanya harus
mempelajari cara melakukan suatu pekerjaan, akan tetapi anda juga harus
2. Cara
apakah yang paling baik untuk mencegah kecelakaan?
3. Modul
kerja ini akan mengajarkan pada anda cara mengerjakan tiga (3) hal. Sebutkan
ketiga (3) hal tersebut?
a.
b.
c.
4. Siapa
yang bertanggung terhadap perilaku anda pada saat bekerja?
5.
Mengapa membuang material
yang mungkin telah dipakai untuk membersihkan komponen-komponen di workshop itu
berbahaya?
|
P
|
Mintalah trainer untuk memeriksa jawaban Anda
1.11
TEMPAT KERJA
Sebagaimana rumah anda yang harus
dijaga kebersihan dan kerapihannya agar menyenangkan dan aman dihuni, begitu
juga tempat kerja anda harus dijaga kebersihan dan kerapiannya agar aman dan
menyenangkan dipakai kerja.Sediakan tempat untuk segala sesuatu dan taruhlah
segala sesuatu pada tempatnya.Ini yang dinamakan pengurusan rumah tangga yang
baik.
·
Tempat kerja harus
dijaga kebersihannya, rapi dan cukup cahaya
·
Jaga semua jalur
lalang, gang, pintu keluar dan pintu darurat serta saluran udara dan sebagainya
agar bebas dari penghalang.
·
Jaga
agar jalan masuk kendaraan bersih dan terang.
·
Keselamatan pelanggan
juga penting di daerah ini.
·
Bersihkan dengan segera
tumpahan grease, oli, minyak rem atau
air dari lantai.
·
Bersihkan
dengan segera tumpahan bahan bakar dan cairan lain yang mudah terbakar.
·
Jaga
tempat kerja anda sendiri agar terang dan rapi. Jangan sampai potongan-potongan
material yang dibuang atau komponen bekas menumpuk.
·
Tempatkan kembali
perkakas, peralatan, komponen dan kaleng-kaleng pada tempatnya setelah
digunakan. Jangan ditinggalkan di lantai atau bangku.
·
Gantungkan kabel lampu,
kabel penyambung dan slang angin bila tidak digunakan.
·
Tempat kain lap dan
peralatan pembersih di tempat yang sesuai.
Buanglah sampah pada tempatnya
·
Tumpukan
material, komponen dan suku cadang agar tidak jatuh dan membahayakan. Adalah
sangat berbahaya bila ada material bulat terletak di lantai, orang yang
menginjak dapat dengan mudah kehilangan keseimbangan dan dapat terjatuh
terluka.
·
Simpanlah
barang dan komponen yang dibongkar di tempat yang sesuai agar tidak hilang atau
menghalangi tempat lalu lalang.
·
Jangan gunakan lantai
sebagai bangku kerja.
Simpanlah kembali perkakas setelah Anda selesai
menggunakannya
1.12
TANDA-TANDA
PERINGATAN
Anda akan menjumpai berbagai jenis
tanda petunjuk keselamatan di berbagai tempat. Tanda-tanda tersebut antara lain
menunjukan bahwa ada jalur penyeberangan untuk pejalan kaki, peringatan batas
kecepatan maksimum atau bila anda berada di Workshop anda akan menjumpai
petunjuk mengenai jalur mana yang bisa anda lewati dan perlengkapan keselamatan
yang harus dipakai. Tanda-tanda ini
terbagi menjadi empat (4) kategori dengan kategori kode warnanya masing-masing.
Makna dari warna tanda peringatan
tersebut dan contoh penggunaannya bisa Anda lihat pada Tabel 1.Contoh-contoh
bentuk dan warna tanda-tanda tersebut diperlihatkan pada Gambar 1
TABEL
1
|
WARNA
|
ARTI
|
CONTOH
PENGGUNAAN
|
|
MERAH
|
BERHENTI LARANGAN
|
TANDA BERHENTI
TANDA DARURAT
TANDA LARANGAN
|
|
KUNING
|
PERHATIAN
RESIKO
BAHAYA
|
TANDA BAHAYA
(KEBAKARAN, ZAT KIMIA) TANDA-TANDA AMBANG BATAS (HALANGAN)
|
|
HIJAU
|
KONDISI AMAN
|
JALAN KELUAR,
PUSAT PERTOLONGAN PERTAMA, PINTU KELUAR DARURAT, TEMPAT PENGUNCIAN DARURAT
|
|
BIRU
|
PERINTAH
|
KEWAJIBAN MEMAKAI
PERLENGKAPAN PELINDUNG DIRI
|
|
PUTIH
|
INFORMASI UMUM
|
|
GAMBAR
1
1. Tanda berhenti atau larangan.: Lingkaran merah, latar
belakang putih dan warna tulisan hitam.
2. Perhatikan, resiko bahaya.: Pembatas hitam, latar
belakang kuning dan tulisan warna hitam.
3. Tanda keadaan aman. Latar belakang hijau dengan simbol
putih.
4. Tanda
perintah. latar belakang biru, simbol putih.
5. Tanda
informasi Umum
Kode
warna pipa
Pipa-pipa yang dialiri berbagai jenis
zat di seluruh daerah workshop diberi warna sesuai dengan kode warna standar.
Pemakaian sistem kode dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap orang menyadari
fungsi setiap pipa dan mengetahui materi apa yang ada di setiap area. Tabel 2 di
bawah ini memberikan nama zat dan kode warnanya.
|
ZAT
|
WARNA
|
|
AIR MENTAH
AIR MINUM
JALUR OLI & PELUMAS
AIR PEMADAM KEBAKARAN /
APAR
UDARA
|
BIRU MUDA (AQUA)
PUTIH
COKLAT EMAS (COKLAT
SEDANG)
MERAH MENYALA (MERAH
TERANG)
KUNING KENARI (KUNING
TERANG)
|
1.13
KENDARAAN
DI WORKSHOP
Mekanik menghabiskan sebagian besar
waktu kerjanya di atas atau di bawah kendaraan, oleh karena itu kewaspadaan
terhadap resiko harus tetap dijaga secara konstan.
·
Teliti apakah ada mekanik
yang sedang bekerja di atas atau di bawah kendaraan.
·
Pastikan kendaraan
yang didongkrak dalam keadaan tersangga
dongkrak dengan baik dan aman
·
Jika sedang memperbaiki kendaraan, pastikan bahwa rem parkirnya
dipasang.
·
Tranmisi manual: letakan
pada posisi netral. Jika rem parkirnya rusak, pasang ganjal pada roda.
·
Transmisi
otomatis: letakkan pada posisiparkir”P”.
Khusus Alat Berat
|
Semua kendaraaan tambang
dan pendukung tambang memiliki prosedur parkir khusus, yang akan dibahas
secara rinci sebagai bagian dari sistem pemberian Kimper. Sebelum memiliki
Kimper, Anda tidak diizinkan mengoperasikan kendaraan apapun.
|
|
$
|
1. Apakah
yang dimaksud dengan “pengurusan rumah tangga yang baik” di tempat kerja?
2. Sebutkan
paling tidak empat (4) hal yang dimiliki oleh area kerja yang terpelihara
dengan baik.
3. Apakah
artinya tanda yang memiliki garis batas merah, warna dasar putih dan warna
tulisan hitam?
4. Apakah artinya tanda dengan latar belakang hitam dan
kuning serta huruf yang hitam?
5. Apakah artinya tanda dengan latar belakang hijau dan
tulisan warna putih
6. Tanda-tanda biru dengan simbol putih memberitahu anda
untuk melakukan apa?
7. Apakah
Kimper itu?
|
P
|






0 komentar:
Posting Komentar