TUGAS MERINGKAS
BUKU MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN PANCASILA
A.MENCARI
PROKLAMATOR
Nama
aslinya Sastra. Selama perjuangan bersama Sutan Sjahrir, dia menggunakan banyak
nama samaran. Tujuannya untuk menghindari kejaran Dinas Intelijen Belanda. Nama
samaran yang digunakan antara lain yaitu Engkos dan Daud. Awalnya Sastra
dipengaruhi gerakan komunis. Akibatnya , sebagai ketua Serikat Buruh Bengkel
Elektro di Bandung, dia dituduh terlibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia
( PKI ) pada 1926, yang dengan mudah dipatahkan Belanda.Akhir 1926, Sastra
dipenjara dan berpindah-pindah penjara terakhir dipenjara di penjara Padang.
Akibat pemberontakan itu,PKI yang berdiri pada 23 Mei
1920,menjadi partai terlarang. Para Pemimpinnya bermukim di luar negeri.
Termasuk Tan- Malaka, ketua PKI pada 1921-1922, yang tak setuju dengan
pemberontakan itu sehingga berpisah dengan PKI, dan mendirikan Partai Rebublik
Indonesia (Pari) di Bangkok, Thailand. Para anggota PKI yang tidak tertangkap,
banyak masuk ke Partai Nasional Indonesia ( PNI ) pimpinan Sukarno. Ketika
Soekarno di penjara di sukamiskin Bandung, Sartono membubarkan PNI pada 17
April 1931.
Sastra bebas pada 1931. Berminat masuk PNI namun telah
bubar. Mereka yang menolak pembubaran PNI menyebut diri Golongan Merdeka dan
mendirikan studie club. Sastra
mendirikan Studie Club di tanah
kelahirannya,Garut. Pada Februari 1932 Studie Club melebur diri menjadi
Pendidikan Nasional Indonesia, dan tetap menggunakan lambang PNI Sukarno :
Kepala banteng dalam segitiga.
Sastra menginginkan Soekemi menjadi pemimpin umum, tetapi
Soekemi mengusulkan si “ anak tanggung “ atau nama aslinya Sjahrir. Terpilihlah
dia menjadi pemimpin umum PNI Pendidikan. Dan Sjahrir ini baru saja kembali
dari Belanda dan membawa amanat Hatta untuk mengatasi krisis di kalangan
pergerakan nasional.
Sastra
berpisah dengan Sjahrir pada 1934,Setelah PNI Pendidikan dibekukan.Bersama
Mohammad Hatta,Mohammad Bondan,dan Burhanuddin, Sjahrir diasingkan ke Boven
Digul, Papua. Pada awal Januari 1936, mereka dipindahkan ke Banda Neira,
Maluku.Sjajir dibebaskan pada awal pendudukan Jepang, Februari 1942. Sastra,
sjahrir, dan Hatta membuat rencana, Hatta akan berpura-pura bekerja sama dengan
Jepang dan Sjahrir memimpin gerakan bawah tanah.
Pada awal Juli 1945, Sastra dan Sjahrir membicarakan
siapa orang yang tepat untuk menjadi proklamator kemerdekaan. Bukan Sjahrir
karena kurang dikenal dikalangan rakyat dan juga bukan Sukarno dan Hatta karena
ada noda di mata rakyat dan dunia Internasional akibat kerja sama mereka dengan
Jepang. Terpikirlah nama Tan Malaka yang sudah lebih dari dua puluh tahun
diluar Indonesia. Pada 1 Mei 1922, Pemerintah kolonial Belanda membuang Tan
Malaka ke Belanda.Sejak itu, dia berkelana ke berbagai negara dan kembali ke
Indonesia pada 1942. Pada Juni 1943 dia melarikan diri ke Bayah Abnten dan
bekerja di pertambangan batu bara. Sastra dan Sjahrir mencarinya, dan dengan
bantuan Marta seorang kepala stasiun di Menes ( Pandeglang ) mereka berhasil
bertemu Tan Malaka. Mereka bertanya padsa Tan Malaka apakah dia bersedia
menjadi ‘proklamator’, dan jawaban darinya,segera dan spontan, bahwa dia tidak
siap. Karena jika pertimbangannya “ dikenal rakyat “, Tan Malaka juga sama
seperti Sjahrir, dan Sastra pun berkesimpulan tidak ada pilihan lain bagi kami
kecuali Sukarno-Hatta.
Pada 9 Agustus 1945 Tan Malaka mengadakan rapat gelap
dengan pemuda Banten di Rangkasbitung. Dalam pertemuan itu, Tan Malaka
mengobarkan “ Kekalahan Jepang dalam waktu dekat. Maka kemerdekaan harus
direbut oleh kaum pemuda, dan jangan sekali-kali sebagai hadiah.’Kita bukan
Kolaborator’ “. Dan Proklamasi Indonesia merdeka harus terjadi. Kaum pemuda
sebagai barisan terdepan, kemerdekaan harus direbut dengan kekuatan dan
persatuan , pemuda yang siap untuk ‘Merdeka’ maka para pemuda bersumpah untuk
mewujudkan proklamasi itu.
Proklamasi harus ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
Atas pertanyaan bagaimanakah kalau Sukarno-Hatta tidak mau menandatanganinya ?
Tan Malaka memberikan jawaban tegas : “ Saya sanggup menandatanganinya, asal
seluruh rakyat dan bangsa Indonesia menyetujui dan mendukung saya “. Sebagai
orang pertama yang menggagas konsep republik dalam bukunya Naar de Republick Indonesia,yang ditulis pada 1925, Tan Malaka
tidak terlibat dalam penyusunan dan tidak menghadiri pembacaan proklamasi.
*
B.PROKLAMASI 15 AGUSTUS
1945
Lima hari sebelum tanggal 14 Agustus 1945, panglima
angkatan perang Jepang di Asia Tenggara bernama Terauchi menyampaikan bahwa
pemerintah Jepang di Tokyo memutuskan memberikan kemerdekaan kepada
Indonesia.Tanggal 15 Agustus 1945 dini hari waktu Indonesia, sekutu mengumumkan
Jepang menyerah tanpa syarat dan perang berakhir. Dan proklamasi kemerdekaan
Indonesia sebenarnya sudah dapat dinyatakan pada hari itu juga, yakni tanggal
15 Agustus 1945. Akan tetapi Sukarno yang sudah di percaya untuk membacakan
proklamasi Indonesia masih meragukan keputusan Jepang.
Sjahrir mengemukakan bahwa proklamasi harus segera
dinyatakan sebelum pengumuman penyerahan itu disiarkan di Indonesia. Proklamasi
harus dinyatakan sendiri oleh bangsa Indonesia.
Pukul 12.00 siang diadakan rapat di asrama Prapatan
10.Hasilnya, proklamasi harus dinyatakan secepatnya oleh Sukarno. Hatta
mengusulkan kepada Sukarno agar rapat PPKI ( Panitia Persiapan Keme4rdekaan
Indonesia ) diadakan tanggal 16 Agustus 1945.
Chaerul Saleh tokoh “ kelompok pelajar “ kemudian
mengadakan rapat pemuda pukul 17.00 di belakang laboratorium Pegangsaan 15. Dan
rapat memutuskan . Pertama, mendesak Sukarno dan Hatta untuk
memproklamasikan kemerdekaan hari itu juga. Kedua,
menunjuk Wikana agar menemui Sukarno dan Hatta, menjelaskan supaya proklamasi
jangan dilakukan melalui PPKI karena badan itu bikinan Jepang. Ketiga, membagi tugas kepada mahasiswa,
pelajar, dan pemuda diseluruh Jakarta, untuk mempersiapkan diri merebut kekuasaan
dari Jepang, yang akan dilakukan segera setelah proklamasi kemerdekaan ; untuk
keprluan keamanan didirikan pos-pos penjagaan di seluruh kota.
Sementara itu, menurut Aboe Bakar Loebis, di Jakarta
Sjahir telah mempersiapkan naskah proklamasi. Dengan perkiraan bahwa proklamasi
akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 1945.Proklamasi tersebut rencananya
akan dikumandangkan setelah pukul lima petang tanggal 15 Agustus 1945. Persis
sebelum pukul enam, datang berita dari Sukarno bahwa Sukarno belum dapat
mengumandangkan proklamasi,dan menginginkan penundaan selama sehari.
Tanggal 15 Agustus 1945 itu tidak ada proklamasi. Tetapi
para pemuda mendesak proklamasi diumumkan tanpa Sukarno-Hatta, akan tetapi
Sjahrir tidak setuju dan khawatir akan terjadi konflik di antara bangsa
sendiri.
“ Cirebon tidak dapat dihubungi. Maka Dr.Soedarsono
menyelenggarakan upacara proklamasi kemerdekaan di Cirebon, dan dia membacakan
naskah yang diterima dari Sjahrir.”Alasan proklamasi tetap dilangsungkan karena
tidak mungkin menyuruh pulang orang yang telah berkumpul tanpa penjelasan. Teks
proklamasi Sjahrir yang dibacakan Dr. Soedarsono di Cirebon berbunyi :
“
Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia karena
kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga “
*
C.PROKLAMASI
16 AGUSTUS 1945
Para
pemuda gagal memaksa Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan pada
tanggal 15 Agustus 1945.Mereka memutuskan akan mengadakan revolusi dan “
menculik “ Sukarno bersama Fatmawati dan Bayinya, Guntur serta Hatta ke
Rengasdengklok, Karawang. Dan penculikan pun terjadi.
Sesampainya
di Rengasdengklok, mereka dibawa ke asrama Peta ( Pembela Tanah Air ), mereka
dimasukan ke ruang tidur prajurit Peta.Lebih kurang satu jam kemudian, Sukarno
dan Hatta dipindahkan ke sebuah rumah milik seorang tuan tanah Tionghoa, Djiau
Kie Siong. Dan ketika Sukarno-Hatta dipindahkan ke rumah milik orang Tionghoa
itu, sudah lebih dari dua jam mereka beristirahat di rumah itu, belum juga
kelihatan terjadi apa-apa.
Terlepas
dari peristiwa tersebut, Sukarno-Hatta sepertinya tidak mengetahui bahwa telah
terjadi peristiwa penting Rengasdengklok : proklamasi kemerdekaan 16 agustus
1945.
Menurut
Aboe Bakar Loebis, Singgih menceritakan kepada camat Rengasdengklok tentang
perkembangan di Jakarta, dan kepadanya diberi tugas untuk menyatakan
kemerdekaan Indonesia di daerahnya. “ Maka sang camat, Siegfried Hadipranoto,
anggota Baperpi, pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945, memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia di Rengasdengklok, menurunkan bendera Hinomaru dan
mengibarkaan bendera merah putih.”ungkap Aboe Bakar Loebis.
Menurut
Adam Malik, dalam sejarah Republik Indonesia nama Rengasdengklok akan dicatat
sebagai daerah Republik yang pertama, dan boleh dikatakan dari Rengasdengklok lahirnya
Republik Indonesia. Di daerah inilah, lanjut Adam Malik, terhapunya daerah
pendudukan Jepang untuk pertama kalinya. Di daerah ini pula berlakunya
undang-undang( kedaulatan ) Republik, karena orang-orang asing yang lewat di
daerah ini tidak dapat keluar sebelum mendapat izin dari kepala komandan tangsi
Peta Rengasdengklok.
Karena
menurut perjanjian antara komandan pendudukan Renb\gasdengklok dengan utusan
dari Jakarta, Sutjipto dan Singgih, bahwa proklamasi kemerdekaan ditetapkan
tanggal 16 Agustus 1945, “ karena itu maka Soejono “Sigfried” Hadipranoto sudah
menyatakan daerah itu sebagai daerah Republik Indonesia”.
*
D.MENGAPA
17 AGUSTUS 1945
Menurut Sukarno,
yang paling penting di dalam suatu peperangan atau revolusi adalah waktu
yang tepat.Mengapa tanggal 17 Agustus 1945,tidak lebih baik tanggal 15 atau
tanggal 16 ?
Sukarno memaparkan “ Aku tidak dapat menerangkan yang
masuk akal mengapa tanggal 17 memberikan kepadaku. Tetapi aku merasakan di
dalam relung hatiku bahwa dua hari lagi adalah saat yang baik. Tujuh belas
adalah angka suci. Tujuh belas adalah angka keramat. Pertama-tama kita sedang
barada dalam bulan suci Ramadan, waktu kita berpuasa sampai lebaran. Hari jumat
itu Jumat legi. Jumat yang manis. Jumat suci. Dan hari Jumat tanggal 17 .
Alquran diturunkan tanggal 17. Orang islam melakukan sembahyang 17 rakaat dalam
sehari. Mengapa Nabi Muhammad SAW memerintahkan 17 rakaat, bukan 10 atau 20 ?
karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia.”
Proklamasi terjadi pada 17 Agustus 1945 lebih karena
Sukarno-Hatta tidak mempan didesak oleh para pemuda agar segera
memproklamasikan kemerdekaa, dan tidak melalui PPKI.Sukarno bersama Hatta,
Subardjo, dan Boentaran bersepakat, jika pemuda berkeras untuk memproklamasikan
kemerdekaan malam ini juga ( 15 Agustus 1945 ) , lebih baik mereka mencari
pemimpin lain.
*
E.PROKLAMASI
VERSI PEMUDA
Para
pemuda mengadakan pertemuan di markas Baperpi, Cikini 17 Jakarta pada malam 15
Agustus 1945, sekiranya pukul 24.00. Pertemuan ini dipimpin Chairul Saleh.
Rapat tersebut memutuskan : kemerdekaan harus terus dinyatakan sendiri oleh
rakyat, jangan menunggu kemerdekaan hadiah. Teks proklamasi versi pemuda yang
pertama kali dibacakan oleh Sukarni di dalamnya diterangkan : “ Bahwa dengan
ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Segala badan-badan pemerintah
yang ada harus direbut oleh rakyat dari orang-orang asing yang masih
mempertahankannya “. Tetapi isi teks tersebut tidak memuaskan Sukarno-Hatta.
Susunan
kalimat versi pemuda tidak mendapat persetujuan hadirin, minta diubah yang agak
halus. Akhirnya Sayuti Melik dapat memecahkan kesulitan itu dengan mengemukakan
susunan: “ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lainnya diselenggarakan
dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya “.Para pemuda
memang telah menyiapkan konsep proklamasi tetapi teks proklamasi versi pemuda
tidak di terima.
*
F.
PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI
Kurang lebih pukul 02.00 pagi, Sukarno, Hatta, bersama
Maeda dan Kolonel Miyoshi tiba di rumah Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 (
sekarang menjadi gedung Perumusan Naskah Proklamasi ). Diruang makan dirumuskan
naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Menurut Subardjo, teks proklamasi telah dirumuskan dalam
Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Dan perumusan teks proklamasi sudah disetujui
Sukarno. Di meja makan tersebut Sukarno memegang pena dan menulis teks
proklamasi yang kalimatnya terdiri dari dua ayat. kalimat pertama di ambil dari
akhir alinea ketiga rencana Pembukaan Undang-Undang Dasar yang mengenai
proklamasi: “ Kami Bangsa Indonesia
dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia “. Kalimat kedua Hatta yang mendiktekan yang
berbunyi : “ Hal-hal yang mengenai
pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan saksama dan dalam
tempo yang sesingkat-singkatnya “.
Setelah bertukar pikiran sebentar, teks itu disetujui
oleh mereka berlima. Sukarno yang menuliskan konsep teks proklamasi pada
secarik kertas, sedangkan Hatta dan Subardjo menyumbangkan pikiran secara
lisan. Hasilnya sebagai berikut :
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini
menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan
d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang
sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17-8-05
Wakit-2 bangsa Indonesia
Semula Sukarno dan Hatta akan memberikan judul pernyataan
kemerdekaan itu dengan “ Maklumat Kemerdekaan “. Tetapi Iwa mengusulkan agar
pernyataan kemerdekaan diberi judul “ Proklamasi “.
Muhammad Yamin menguraikan makna dari proklamasi yang
telah diketik Sayuti Melik. Pertama, Kata Proklamasi asal mulanya
berasal dari bahas latin, Proclamare yang
artinya meneriakan, memaklumkan. Kedua, kalimat pernyataan kemerdekaan. Kami bangsa Indonesia berarti atas nama
bangsa Indonesia, kami Sukarno-Hatta yang menyuarakan proklamasi. Dengan ini, yaitu dengan proklamasi ini. Menyatakan, artinya melahirkan atau
memaklumkan di depan umum,kepada rakyat dunia. Kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan itu meliputi
kemerdekaan bangsaIndonesia, kemerdekaan tanah air Indonesia, kekuasaan
Indonesia, dan kemerdekaan tujuan masyarakat.
Ketiga, kalimat
pemindahan kekuasaan. Hal-hal yang
mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dalam tempo yang
sesingkat-singkatnya. Berisi janji serta harapan bahwa akan diselenggarakan
dengan cara dan waktu yang singkat terhadap segala hal-hal yang menjadi akibat
dari tercapainya kemerdekaan yang dinyatakan.Kemerdekaan Indonesia akan dibina
dan dipelihara dengan memindahkan kekuasaan ke dalam tangan rakyat Indonesia.
Keempat,
Penanggalan dan kota proklamasi. Penanggalan 17 Agustus 1945 merupakan hari yang bersejarah nasional, yaitu hari
ulang tahun proklamasi. Kota Jakarta tempat proklamasi diucapkan, dan
tidak disebutkan bahwa rumah tempat mengucapkannya terletak di kampung
Pegangsaan Timur bernomor 56. Juga tidak disebutkan bahwa tanggal 17 Agustus
1945, hari Jumat-Legi pukul 10.00 pagi.
Kelima, atas
kuasa rakyat. Dalam hal ini, pernyataan kemerdekaan yang diucapkan
Sukarno-Hatta itu atas nama Bangsa Indonesia.
Mereka berdualah yang menjadi penyambung lidah rakyat yang menerjemahkan
kemerdekaan yang diingini rakyat. Atas
nama berarti atas kuasa. Selanjutnya
konsep naskah proklamasi tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
Selanjutnya Naskah proklamasi tersebut ditandatangani
oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia dan tempat dibacaknnya teks
proklamasi berada di Pegangsaan Timur 56, sekitar pukul 10.00 pagi.
*
G. TANDA TANGAN
PROKLAMASI SEPERTI DEKLARASI KEMERDEKAAN AMERIKA SERIKAT
Setelah
penyusunan naskah proklamasi selesai,dilanjutkan sidang informal bersama panitia PPKI, dan
Sukarno membacakan rumusan naskah proklamasi secara perlahan dan
berulang-ulang. Dan setelah dibacakan hasil dari rumusan naskah proklamasi
tersebut semua setuju.
Dengan setujunya semua anggota sidang Hatta minta seluruh
anggota sidang menandatangani naskah proklamasi Indonesia merdeka itu sebagai
suatu dokumen bersejarah, seperti halnya naskah proklamasi kemerdekaan ( Declaration of Independence-nya Amerika
serikat dahulu).Karena mereka enggan
ikut menandatangani naskah Proklamasi maka proklamasi pun diumumkan kepada
dunia dengan hanya memuat nama Sukarno dan Hatta.
Menurut Muhammad Yamin , pesan-pesan dari proklamasi
kemerdekaan telah mendorong bangsa Indonesia untuk berjuang dalam revolusi. “
Meskipun kalimat proklamasi sangat pendek, Samalah naskah itu kuat dan artinya
dengan Declaration of Independence (
4 Juli 1776 ) bagi revolusi Amerika atau proklamasi Lenin ( November 1917) bagi
revolusi Soviet .”
*
H.
MESIN TIK NAZI JERMAN
Setelah
konsep naskah proklamasi disetujui, rumusan itu harus diketik terlebih dahulu
sebelum diajukan kepada para anggota PPKI dan lainnya yang menunggu di ruang
tengah. Karena tidak adanya mesin ketik di rumah Maeda lalu Satzuki Mishima
menuju ke kantor militer Jerman untuk meminjam mesin ketik Nazi Jerman.
Sayuti Melik, ditemani BM Diah,mengetik naskah proklamasi
di ruangan bawah tangga deket dapur. Dia mengetik naskah proklamasi dengan
perubahan : “ tempoh “ menjadi “tempo”; kalimat “ wakil-wakil bangsa Indonesia
“ diganti “ atas nama Bangsa Indonesia “ dengan menambahkan nama “
Soekarno-Hatta”: serta “ Djakarta,17-8-05” menjadi “ Djakarta,hari 17 boelan 8 tahoen
05. Angka tahun ’05 adalah singkatan dari 2605 tahun showa Jepang, yang sama
dengan tahun 1945 masehi. Dan hasil perubahan dan ketikan Sayuti Melik yang
kemudian dibacakan pada 17 Agustus 1945, sebagai berikut :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini
menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan
d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang
sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama Bangsa Indonesia
Soekarno-Hatta
Dan
untuk terakhir kali,BM Diah melongok lagi di kamar tempat Sayuti Melik
mengetik. “ Saya melihat teks asli itu tergolek di meja. Karena saya gembira,
teks asli itu terlupakan. Kertas itu kemudian saya ambil, saya lipat dan saya
simpan baik-baik di dalam kantung selama empat puluh tujuh tahun lamanya. BM
Diah baru menyerahkan teks proklamasi asli itu kepada Presiden Soeharto pada
1993.
*
I.
PROKLAMASI MINTA DIULANGI
Dalam
pembacaan naskah proklamasi salah satu pasukan barisan pelopor kira-kira seratus
orang yang dipimpin oleh S.Brata, daidanco
Penjaringan Jakarta, memasuki halaman rumah Sukarno. Mereka kecewa karena
terlambat datang, dengan suara lantang, S. Brata meminta supaya Sukarno sekali
lagi membacakan proklamasi mkarena pasukannya telah datang dengan berbaris dari
tempat yang jauh. Sukarno keluar kamar dan mengatakan melalui mikrofon , “
Proklamasi tidak bisa diulangi karena hanya dibacakan satu kali, tetapi berlaku
selamanya.” Dan Sukarno memutuskan untuk melaporkan secara resmi proklamasi kemerdekaan
17 Agustus 1945 kepada pemerintah Jepang. Dan Soetarjo sebagai utusan dari
Sukarno memberitahukan kepada pemerintah Jepang dan mereka menerima laporan
tersebut dengan baik tidak ada tanda-tanda marah.
*
J.TELE-PROKLAMASI
DI ASRAMA PRAPATAN 10
Menjelang
subuh,17 Agustus 1945, Chairul Saleh datang ke asrama Prapatan 10. Dia
menunjukan naskah proklamasi yang akan dibacakan pukul 10.00 di depan rumah
Sukarno di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
Walaupun telah ditetapkan tempat dan waktu upacara
pembacaan proklamasi kemerdekaan tetapi mereka masih khawatir, kalau Jepang
masih akan berusaha mencegahnya. Untuk menghadapi kemungkinan itu, maka di
asrama Prapatan 10 diadakan upacara paralel.
Ada seseorang anggota Peta mengambil posisi di dekat telepon
di kamar kerja Sukarno yang menghadap tempat upacara. Dan setelah selesai
upacara pembacaan proklamasi Sukarno mendengar anggota Peta itu berkata melalui
telepon, ‘ Bagus. Sudah selesai’. Kemudian dia meletakan telepon dan Sukarno
masuk dan kembali ke kamar. Berhubungan telepon untuk menjaga keamanan selama
berlangsungnnya upacara proklamasi, ini dilakukan oleh Mahamit yaitu tele-proklamasi
dengan asrama Prapatan 10.
*
K. DARI MANA
KAIN BENDERA PUSAKA SANG SAKA MERAH PUTIH ?
Bendera
pusaka sang saka merah putih yang dikibarkan pada proklamasi kemerdekaan 17
Agustus 1945 adalah bendera yang dijahit oleh Fatmawati. Bentuk dan ukurannya
tidak standar karena kainnya berukuran tidak sempurna.
Dari mana Fatmawati mendapatkan kain merah putih untuk
dijadikan bendera pusaka ? Fatmawati meminta tolong kepada Shimizu untuk
mencarikan kain merah dan putih untuk dijadikan bendera . dan Shimizu
mendapatkannya dari sebuah gudang Jepang di Pintu Air di depan eks bioskop
Kapitol. Selanjutnya setelah mendapatkan kain itu Fatmawati menjahit kain itu dengan
tangan menjadi bendera pusaka.
Banyak
kejadian yang tidak diinginkan bangsa Indonesia, salah satunya adalah agresi
kedua dari Belanda pada 19 Desember 1945. Ketika itulah Sukarno memerintahkan
Husein Mutahar untuk menyelamatkan Bendera Pusaka Merah Putih itu dengan
segenap jiwa dan raganya.
Mutahar
menanggung tugas berat, tetapi terhormat. “ Merah putih bukan sekedar
selembaran kain. Melainkan lambang kehormatan bangsa dan negaramu, Republik
Indonesia, “ Pesan Sukarno.
Akhirnya Mutahar mendapat akal. Dicabutnya benang jahitan
yang memisahkan kedua belah bendera. Bagian yang putih disimpan di dalam baju.
Bagian yang merah di dalam tas pakaian. Dan akhirnya Muntahar berhasil
menjalankan tugasnya mengamankan bendera pusaka merah putih. Setahun kemudian
dialah pula yang menjahit kembali bendera pusaka ini sebelum dikibarkan di
Jakarta setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember
1949.
Banyak kejadian yang menyangkut Bendera Pusaka Merah
Putih. Dan dapat dikatakan Bendera merah putih sudah melintasi sejarah panjang.
Menghormati bendera bukan berarti memuliakan bendera itu sendiri, tapi
menghargai sejarah dan simbol kebangsaan serta kemerdekaan yang diperjuangkan
dengan darah dan air mata.
*
L.
MIKROFON PROKLAMASI
Jika mesin tik
yang digunakan Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi milik Angkatan
Laut Nazi Jerman. Kain bendera pusaka merah putih yang dijahit Fatmawati pemberian
Hitosji Shimizu. Dari manakah mikrofon yang digunakan Sukarno untuk membacakan
proklamasi kemerdekaan ?
Mikrofon satu-satunya yabg digunakan pada waktu
proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil kecerdasan otak dan
ketrampilan tangan seorang Indonesia yang bernama Gunawan.
Dimanakah benda bersejarah itu sekarang ? Pada sekitar
tahun 1960, mikrofon beserta standardnya tapi tanpa versterker, diminta Harjoto
dari Gunawan untuk diserahkan pada presiden, agar akhirnya disimpan di Monumen
Nasional. Disamping kertas dengan teks proklamasi dan bendera pusaka, mikrofon
pun benda bersejarah, yang pantas disimpan sepanjang masa.
M.TESTAMEN DAN
PROKLAMASI OTENTIK YANG HILANG
Selama
lima belas tahun sejak proklamasi kemerdekaan, naskah proklamasi yang lebih
dikenal masyarakat adalah yang masih berupa tulisan tangan Sukarno. Sebab,
konsep tulisan tangan Sukarno inilah yang kemudian banyak dimuat surat kabar
dan buku-buku pelajaran sejarah.
Tetapi
naskah proklamasi yang lebih dikenal masyarakat berbeda dengan yang diucapkan
pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tulisan tangan Bung Karno tertulis ‘
wakil-wakil Bangsa Indonesia ‘ sedangkan yang dibacakan pada 17 Agustus 1945
berbunyi ‘ Atas nama Namgsa Indonesia ‘. Dan entah kenapa naskah proklamasi yang
resmi kemudian tidak muncul, menurut Sayuti Melik.Naskah proklamasi otentik
baru muncul pada sekitar tahun 1960 disampaikan oleh Aidit ( Ketua CC PKI )
kepada Bung Karno bersama-sama dengan testamen Bung Karno kepada Tan Malaka.
Setelah
bertemunya Sukarno dengan Tan Malaka, Iwa
Kusuma Sumantri, dan Gatot Taroenamihardjo, di rumah Ahmad Subardjo .
Pada 30 September 1945, mereka sepakat menunjuk Tan Malaka, Sutan Sjahrir,
Wongsonegoro, dan Iwa Kusuma Sumantri sebagai Ahli waris revolusi bila terjadi
sesuatu pada Sukarno-Hatta. Sukarno lalu meminta Tan Malaka menyusun kat-kata
testamen . setelah semuanya setuju, naskah diketik Achmad Subardjo dan dibuat
rangkap tiga.Sukarno-Hatta lalu menandatanganinya.
Karena
banyak permasalahan ketika dikeluarkannya testamen yang terlempar kesana kemari dan tibalah kembali
naskah testamen bersama naskah proklamasi itu di tangan Sukarno. Kemudian
naskah testamen dirobek-robek oleh Sukarno.
*
N. MENYEBARLUASKAN
PROKLAMASI KEMERDEKAAN
Rapat penyusunan naskah proklamasi berakhir sekira pukul
03.00 pagi, tanggal 17 Agustus 1945. Hatta berpesan kepada para pemuda untuk
memperbanyak teks proklamasi itu dan menyebarluaskan ke sekuruh Indonesia
sedapat-dapatnya.
Para pemuda dari berbagai kelompok bergerak kesana-kemari
di seluruh kota. Mereka mengatur dan menyiapkan penyebaran dan pengumuman
proklamasi sampai pagi harinya. Banyak cara yang dilakukan para pemuda untuk
menyebarluaskan teks proklamasi kemerdekaan dan banyak juga rintangan yang
mereka dapatkan. Salah satunya tentara Jepang yang menghalangi tersebarnya teks
proklamasi. Tetapi semakin giat tentara Jepang menghalangi, semakin giat juga para
pemuda menyebarkannya.
“ Akhirnya dengan kemauan sendiri dan dengan keteguhan
keyakinan kaum buruh di kantor Diomei di
Jakarta, maka dapatlah penyiaran berita proklamasi itu disiarkan ke seluruh
Indonesia dan boleh disebutkan ke seluruh dunia dengan melalui udara ( radio
gelombang pendek ) “ kata Adam Malik.
Hanya pada pukul 11.30 malamnya militer Jepang setempat
muncul untuk memberikan teguran resmi dan setelah itu tidak ada lagi gangguan
dalam proses menyebarkan berita bahwa Indonesia, setidak-tidaknya di atas
kertas, sudah merdeka.
*
O.
SEMBOYAN DAN PEKIK
PERJUANGAN “ MERDEKA “
Pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, setiap kali
orang bertemu pasti akan mengucapkan salam “ merdeka “. Bahkan salam perjuangan
“ merdeka ” ditetapkan dalam Maklumat Pemerintahan tanggal 31 Agustus 1945
sebagai salam nasional, yang berlaku mulai 1 September 1945. Maklumat tersebut
sebagai berikut :
Sedjak 1 September
1945 kita memekikkan pekik “ merdeka “.
Dengoengan teroes pekik itoe, sebagai dengoengan djiwa
jang Merdeka !
Djiwa merdeka, jang berdjoang dan bekerdja!
BERDJOANG dan BEKERDJA
Boektikan itoe !
Soekarno
Salam perjuangan
harus dipekikkan dengan penuh semangat, lengan kanan naik sampai setinggi bahu
dan tangan dikepalkan sambil berteriak ‘ merdeka!’ saran dari Otto Iskandar
Dinata.
Pekik “ merdeka “ menggema dimana-mana kala itu. Semboyan
seperti “ Sekali Merdeka Tetap Merdeka “ atau “ Merdeka atau Mati “ juga kerap
diucapkan para pemuda dan pejuang, yang menunjukan tekad untuk mempertahankan
kemerdekaan.
*
P.
ZAMAN BERSIAP SETELAH PROKLAMASI
Proklamasi
kemerdekaan Indonesia menuntut pengorbanan dan perjuangan dari rakyatnya.Pasca
proklamasi kemerdekaan tersebutlah “ zaman bersiap “. Zaman ini menimbulkan
berbagai tragedi kemanusiaan, baik di pihak Republik Indonesia, maupun pihak
penjajah Belanda. Salah satu tragedi itu adalah pembantaian Rawagede di
Karawang.
Menurut sejarawan , Dien Majid dan Darmiati, sejak
kedatangan sekutu hampir setiap malam atau sepanjang hari selalu terjadi
bentrokan antara emuda pejuang melawan serdadu belanda. Pada zaman itu terkenal
denagn “ zaman bersiap “. Maksudnya jika tentara Inggris atau Belanda
mengganggu ke kampung-kampung atau instansi yang telah dikuasai republik,
serentak terdengar aba-aba dari para pemuda pejuang ‘bersiap’ .
Masa bersiap tidak berlangsung lama seiring berjalannya
pemerintahan Indonesia dan upaya keras Belanda untuk kembali menduduki
Indonesia.Orang-orang Belanda di Indonesia pun reelatif lebih aman. Hal ini
diakui seorang pendeta, Nn. GAR Bijleveld, dalam suratnya kepada sekretaris
Zending SC Graaf van Randwijk di Bandung, 28 Februari 1952.
*
Q.
MENJAJAKAN BENDERA MERAH PUTIH
Agustus
adalah bulan Kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus, pedagang musiman mulai
menjajakan bendera merah putih di pinggiran jalan. Banyak yang mau membeli.
Sebab, sesuai UU No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara,
serta Lagu Kebangsaan, setiap warga negara wajib mengibarkan bendera setiap
peringatan Hari Kemerdekaan.
Karena kebutuhan pengadaan bendera meningkat, tak heran
jika ada yang menjadikan sebagai barang dagangan. Penjualan bendera merah putih
mulai marak sejak masa revolusi. Banyak cara untuk menyebarluaskan simbol merah
putih atau bendera merah putih.
Karena militer Belanda di Surabaya menganggap sistem cockade ( suatu hiasan atau materi ysng
dipasangkan di topi sebagai simbol pangkat, tingkatan, dan sebagainya ) dan
menjual bendera, apalagi mengibarkannya, sebagai ancaman serius. Mereka
mengambil tindakan keras. Tapi para pejuang tak gentar. Mereka terus menjual
dan mengibarkan bendera merah putih, karena Indonesia telah merdeka .
*






0 komentar:
Posting Komentar