Personal blog yang berhubungan dengan ilmu dan keilmuan

Kamis, 25 Februari 2016



TUGAS MERINGKAS BUKU MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN PANCASILA


A.MENCARI PROKLAMATOR

            Nama aslinya Sastra. Selama perjuangan bersama Sutan Sjahrir, dia menggunakan banyak nama samaran. Tujuannya untuk menghindari kejaran Dinas Intelijen Belanda. Nama samaran yang digunakan antara lain yaitu Engkos dan Daud. Awalnya Sastra dipengaruhi gerakan komunis. Akibatnya , sebagai ketua Serikat Buruh Bengkel Elektro di Bandung, dia dituduh terlibat pemberontakan Partai Komunis Indonesia ( PKI ) pada 1926, yang dengan mudah dipatahkan Belanda.Akhir 1926, Sastra dipenjara dan berpindah-pindah penjara terakhir dipenjara di penjara Padang.
            Akibat pemberontakan itu,PKI yang berdiri pada 23 Mei 1920,menjadi partai terlarang. Para Pemimpinnya bermukim di luar negeri. Termasuk Tan- Malaka, ketua PKI pada 1921-1922, yang tak setuju dengan pemberontakan itu sehingga berpisah dengan PKI, dan mendirikan Partai Rebublik Indonesia (Pari) di Bangkok, Thailand. Para anggota PKI yang tidak tertangkap, banyak masuk ke Partai Nasional Indonesia ( PNI ) pimpinan Sukarno. Ketika Soekarno di penjara di sukamiskin Bandung, Sartono membubarkan PNI pada 17 April 1931.
            Sastra bebas pada 1931. Berminat masuk PNI namun telah bubar. Mereka yang menolak pembubaran PNI menyebut diri Golongan Merdeka dan mendirikan studie club. Sastra mendirikan Studie Club di tanah kelahirannya,Garut. Pada Februari 1932  Studie Club melebur diri menjadi Pendidikan Nasional Indonesia, dan tetap menggunakan lambang PNI Sukarno : Kepala banteng dalam segitiga.
            Sastra menginginkan Soekemi menjadi pemimpin umum, tetapi Soekemi mengusulkan si “ anak tanggung “ atau nama aslinya Sjahrir. Terpilihlah dia menjadi pemimpin umum PNI Pendidikan. Dan Sjahrir ini baru saja kembali dari Belanda dan membawa amanat Hatta untuk mengatasi krisis di kalangan pergerakan nasional.
Sastra berpisah dengan Sjahrir pada 1934,Setelah PNI Pendidikan dibekukan.Bersama Mohammad Hatta,Mohammad Bondan,dan Burhanuddin, Sjahrir diasingkan ke Boven Digul, Papua. Pada awal Januari 1936, mereka dipindahkan ke Banda Neira, Maluku.Sjajir dibebaskan pada awal pendudukan Jepang, Februari 1942. Sastra, sjahrir, dan Hatta membuat rencana, Hatta akan berpura-pura bekerja sama dengan Jepang dan Sjahrir memimpin gerakan bawah tanah.
            Pada awal Juli 1945, Sastra dan Sjahrir membicarakan siapa orang yang tepat untuk menjadi proklamator kemerdekaan. Bukan Sjahrir karena kurang dikenal dikalangan rakyat dan juga bukan Sukarno dan Hatta karena ada noda di mata rakyat dan dunia Internasional akibat kerja sama mereka dengan Jepang. Terpikirlah nama Tan Malaka yang sudah lebih dari dua puluh tahun diluar Indonesia. Pada 1 Mei 1922, Pemerintah kolonial Belanda membuang Tan Malaka ke Belanda.Sejak itu, dia berkelana ke berbagai negara dan kembali ke Indonesia pada 1942. Pada Juni 1943 dia melarikan diri ke Bayah Abnten dan bekerja di pertambangan batu bara. Sastra dan Sjahrir mencarinya, dan dengan bantuan Marta seorang kepala stasiun di Menes ( Pandeglang ) mereka berhasil bertemu Tan Malaka. Mereka bertanya padsa Tan Malaka apakah dia bersedia menjadi ‘proklamator’, dan jawaban darinya,segera dan spontan, bahwa dia tidak siap. Karena jika pertimbangannya “ dikenal rakyat “, Tan Malaka juga sama seperti Sjahrir, dan Sastra pun berkesimpulan tidak ada pilihan lain bagi kami kecuali Sukarno-Hatta.
            Pada 9 Agustus 1945 Tan Malaka mengadakan rapat gelap dengan pemuda Banten di Rangkasbitung. Dalam pertemuan itu, Tan Malaka mengobarkan “ Kekalahan Jepang dalam waktu dekat. Maka kemerdekaan harus direbut oleh kaum pemuda, dan jangan sekali-kali sebagai hadiah.’Kita bukan Kolaborator’ “. Dan Proklamasi Indonesia merdeka harus terjadi. Kaum pemuda sebagai barisan terdepan, kemerdekaan harus direbut dengan kekuatan dan persatuan , pemuda yang siap untuk ‘Merdeka’ maka para pemuda bersumpah untuk mewujudkan proklamasi itu.
            Proklamasi harus ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Atas pertanyaan bagaimanakah kalau Sukarno-Hatta tidak mau menandatanganinya ? Tan Malaka memberikan jawaban tegas : “ Saya sanggup menandatanganinya, asal seluruh rakyat dan bangsa Indonesia menyetujui dan mendukung saya “. Sebagai orang pertama yang menggagas konsep republik dalam bukunya Naar de Republick Indonesia,yang ditulis pada 1925, Tan Malaka tidak terlibat dalam penyusunan dan tidak menghadiri pembacaan proklamasi.
                                                                        *
B.PROKLAMASI 15 AGUSTUS 1945
            Lima hari sebelum tanggal 14 Agustus 1945, panglima angkatan perang Jepang di Asia Tenggara bernama Terauchi menyampaikan bahwa pemerintah Jepang di Tokyo memutuskan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.Tanggal 15 Agustus 1945 dini hari waktu Indonesia, sekutu mengumumkan Jepang menyerah tanpa syarat dan perang berakhir. Dan proklamasi kemerdekaan Indonesia sebenarnya sudah dapat dinyatakan pada hari itu juga, yakni tanggal 15 Agustus 1945. Akan tetapi Sukarno yang sudah di percaya untuk membacakan proklamasi Indonesia masih meragukan keputusan Jepang.
            Sjahrir mengemukakan bahwa proklamasi harus segera dinyatakan sebelum pengumuman penyerahan itu disiarkan di Indonesia. Proklamasi harus dinyatakan sendiri oleh bangsa Indonesia.
            Pukul 12.00 siang diadakan rapat di asrama Prapatan 10.Hasilnya, proklamasi harus dinyatakan secepatnya oleh Sukarno. Hatta mengusulkan kepada Sukarno agar rapat PPKI ( Panitia Persiapan Keme4rdekaan Indonesia ) diadakan tanggal 16 Agustus 1945.
            Chaerul Saleh tokoh “ kelompok pelajar “ kemudian mengadakan rapat pemuda pukul 17.00 di belakang laboratorium Pegangsaan 15. Dan rapat memutuskan .  Pertama, mendesak Sukarno dan Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan hari itu juga. Kedua, menunjuk Wikana agar menemui Sukarno dan Hatta, menjelaskan supaya proklamasi jangan dilakukan melalui PPKI karena badan itu bikinan Jepang. Ketiga, membagi tugas kepada mahasiswa, pelajar, dan pemuda diseluruh Jakarta, untuk mempersiapkan diri merebut kekuasaan dari Jepang, yang akan dilakukan segera setelah proklamasi kemerdekaan ; untuk keprluan keamanan didirikan pos-pos penjagaan di seluruh kota.
            Sementara itu, menurut Aboe Bakar Loebis, di Jakarta Sjahir telah mempersiapkan naskah proklamasi. Dengan perkiraan bahwa proklamasi akan dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 1945.Proklamasi tersebut rencananya akan dikumandangkan setelah pukul lima petang tanggal 15 Agustus 1945. Persis sebelum pukul enam, datang berita dari Sukarno bahwa Sukarno belum dapat mengumandangkan proklamasi,dan menginginkan penundaan selama sehari.
            Tanggal 15 Agustus 1945 itu tidak ada proklamasi. Tetapi para pemuda mendesak proklamasi diumumkan tanpa Sukarno-Hatta, akan tetapi Sjahrir tidak setuju dan khawatir akan terjadi konflik di antara bangsa sendiri.
            “ Cirebon tidak dapat dihubungi. Maka Dr.Soedarsono menyelenggarakan upacara proklamasi kemerdekaan di Cirebon, dan dia membacakan naskah yang diterima dari Sjahrir.”Alasan proklamasi tetap dilangsungkan karena tidak mungkin menyuruh pulang orang yang telah berkumpul tanpa penjelasan. Teks proklamasi Sjahrir yang dibacakan Dr. Soedarsono di Cirebon berbunyi :
“ Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah dengan siapa pun juga “
                                                                        *
C.PROKLAMASI 16 AGUSTUS 1945

Para pemuda gagal memaksa Sukarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 15 Agustus 1945.Mereka memutuskan akan mengadakan revolusi dan “ menculik “ Sukarno bersama Fatmawati dan Bayinya, Guntur serta Hatta ke Rengasdengklok, Karawang. Dan penculikan pun terjadi.
Sesampainya di Rengasdengklok, mereka dibawa ke asrama Peta ( Pembela Tanah Air ), mereka dimasukan ke ruang tidur prajurit Peta.Lebih kurang satu jam kemudian, Sukarno dan Hatta dipindahkan ke sebuah rumah milik seorang tuan tanah Tionghoa, Djiau Kie Siong. Dan ketika Sukarno-Hatta dipindahkan ke rumah milik orang Tionghoa itu, sudah lebih dari dua jam mereka beristirahat di rumah itu, belum juga kelihatan terjadi apa-apa.
Terlepas dari peristiwa tersebut, Sukarno-Hatta sepertinya tidak mengetahui bahwa telah terjadi peristiwa penting Rengasdengklok : proklamasi kemerdekaan 16 agustus 1945.
Menurut Aboe Bakar Loebis, Singgih menceritakan kepada camat Rengasdengklok tentang perkembangan di Jakarta, dan kepadanya diberi tugas untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia di daerahnya. “ Maka sang camat, Siegfried Hadipranoto, anggota Baperpi, pada pagi hari tanggal 16 Agustus 1945, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Rengasdengklok, menurunkan bendera Hinomaru dan mengibarkaan bendera merah putih.”ungkap Aboe Bakar Loebis.
Menurut Adam Malik, dalam sejarah Republik Indonesia nama Rengasdengklok akan dicatat sebagai daerah Republik yang pertama, dan boleh dikatakan dari Rengasdengklok lahirnya Republik Indonesia. Di daerah inilah, lanjut Adam Malik, terhapunya daerah pendudukan Jepang untuk pertama kalinya. Di daerah ini pula berlakunya undang-undang( kedaulatan ) Republik, karena orang-orang asing yang lewat di daerah ini tidak dapat keluar sebelum mendapat izin dari kepala komandan tangsi Peta Rengasdengklok.
Karena menurut perjanjian antara komandan pendudukan Renb\gasdengklok dengan utusan dari Jakarta, Sutjipto dan Singgih, bahwa proklamasi kemerdekaan ditetapkan tanggal 16 Agustus 1945, “ karena itu maka Soejono “Sigfried” Hadipranoto sudah menyatakan daerah itu sebagai daerah Republik Indonesia”.
                                                            *
D.MENGAPA 17 AGUSTUS 1945

            Menurut Sukarno,  yang paling penting di dalam suatu peperangan atau revolusi adalah waktu yang tepat.Mengapa tanggal 17 Agustus 1945,tidak lebih baik tanggal 15 atau tanggal 16 ?
            Sukarno memaparkan “ Aku tidak dapat menerangkan yang masuk akal mengapa tanggal 17 memberikan kepadaku. Tetapi aku merasakan di dalam relung hatiku bahwa dua hari lagi adalah saat yang baik. Tujuh belas adalah angka suci. Tujuh belas adalah angka keramat. Pertama-tama kita sedang barada dalam bulan suci Ramadan, waktu kita berpuasa sampai lebaran. Hari jumat itu Jumat legi. Jumat yang manis. Jumat suci. Dan hari Jumat tanggal 17 . Alquran diturunkan tanggal 17. Orang islam melakukan sembahyang 17 rakaat dalam sehari. Mengapa Nabi Muhammad SAW memerintahkan 17 rakaat, bukan 10 atau 20 ? karena kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia.”
            Proklamasi terjadi pada 17 Agustus 1945 lebih karena Sukarno-Hatta tidak mempan didesak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaa, dan tidak melalui PPKI.Sukarno bersama Hatta, Subardjo, dan Boentaran bersepakat, jika pemuda berkeras untuk memproklamasikan kemerdekaan malam ini juga ( 15 Agustus 1945 ) , lebih baik mereka mencari pemimpin lain.
                                                                        *
E.PROKLAMASI VERSI PEMUDA

            Para pemuda mengadakan pertemuan di markas Baperpi, Cikini 17 Jakarta pada malam 15 Agustus 1945, sekiranya pukul 24.00. Pertemuan ini dipimpin Chairul Saleh. Rapat tersebut memutuskan : kemerdekaan harus terus dinyatakan sendiri oleh rakyat, jangan menunggu kemerdekaan hadiah. Teks proklamasi versi pemuda yang pertama kali dibacakan oleh Sukarni di dalamnya diterangkan : “ Bahwa dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Segala badan-badan pemerintah yang ada harus direbut oleh rakyat dari orang-orang asing yang masih mempertahankannya “. Tetapi isi teks tersebut tidak memuaskan Sukarno-Hatta.
Susunan kalimat versi pemuda tidak mendapat persetujuan hadirin, minta diubah yang agak halus. Akhirnya Sayuti Melik dapat memecahkan kesulitan itu dengan mengemukakan susunan: “ Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lainnya diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya “.Para pemuda memang telah menyiapkan konsep proklamasi tetapi teks proklamasi versi pemuda tidak di terima.
                                                            *
F. PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI

            Kurang lebih pukul 02.00 pagi, Sukarno, Hatta, bersama Maeda dan Kolonel Miyoshi tiba di rumah Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 ( sekarang menjadi gedung Perumusan Naskah Proklamasi ). Diruang makan dirumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
            Menurut Subardjo, teks proklamasi telah dirumuskan dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Dan perumusan teks proklamasi sudah disetujui Sukarno. Di meja makan tersebut Sukarno memegang pena dan menulis teks proklamasi yang kalimatnya terdiri dari dua ayat. kalimat pertama di ambil dari akhir alinea ketiga rencana Pembukaan Undang-Undang Dasar yang mengenai proklamasi: “ Kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia “.  Kalimat kedua Hatta yang mendiktekan yang berbunyi : “ Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya “.
            Setelah bertukar pikiran sebentar, teks itu disetujui oleh mereka berlima. Sukarno yang menuliskan konsep teks proklamasi pada secarik kertas, sedangkan Hatta dan Subardjo menyumbangkan pikiran secara lisan. Hasilnya sebagai berikut :

Proklamasi
            Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
            Djakarta, 17-8-05
            Wakit-2 bangsa Indonesia
            Semula Sukarno dan Hatta akan memberikan judul pernyataan kemerdekaan itu dengan “ Maklumat Kemerdekaan “. Tetapi Iwa mengusulkan agar pernyataan kemerdekaan diberi judul “ Proklamasi “.
            Muhammad Yamin menguraikan makna dari proklamasi yang telah diketik Sayuti Melik.  Pertama, Kata Proklamasi  asal mulanya berasal dari bahas latin, Proclamare yang artinya meneriakan, memaklumkan. Kedua,  kalimat pernyataan kemerdekaan. Kami bangsa Indonesia berarti atas nama bangsa Indonesia, kami  Sukarno-Hatta yang menyuarakan proklamasi.  Dengan ini, yaitu dengan proklamasi ini. Menyatakan, artinya melahirkan atau memaklumkan di depan umum,kepada rakyat dunia. Kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan itu meliputi kemerdekaan bangsaIndonesia, kemerdekaan tanah air Indonesia, kekuasaan Indonesia, dan kemerdekaan tujuan masyarakat.
            Ketiga, kalimat pemindahan kekuasaan. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l., diselenggarakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berisi janji serta harapan bahwa akan diselenggarakan dengan cara dan waktu yang singkat terhadap segala hal-hal yang menjadi akibat dari tercapainya kemerdekaan yang dinyatakan.Kemerdekaan Indonesia akan dibina dan dipelihara dengan memindahkan kekuasaan ke dalam tangan rakyat Indonesia.
            Keempat, Penanggalan dan kota proklamasi. Penanggalan 17 Agustus 1945 merupakan hari yang bersejarah nasional, yaitu hari ulang tahun proklamasi. Kota  Jakarta tempat proklamasi diucapkan, dan tidak disebutkan bahwa rumah tempat mengucapkannya terletak di kampung Pegangsaan Timur bernomor 56. Juga tidak disebutkan bahwa tanggal 17 Agustus 1945, hari Jumat-Legi pukul 10.00 pagi.
            Kelima, atas kuasa rakyat. Dalam hal ini, pernyataan kemerdekaan yang diucapkan Sukarno-Hatta itu atas nama Bangsa Indonesia. Mereka berdualah yang menjadi penyambung lidah rakyat yang menerjemahkan kemerdekaan yang diingini rakyat. Atas nama  berarti atas kuasa. Selanjutnya konsep naskah proklamasi tersebut kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
            Selanjutnya Naskah proklamasi tersebut ditandatangani oleh Sukarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia dan tempat dibacaknnya teks proklamasi berada di Pegangsaan Timur 56, sekitar pukul 10.00 pagi.
                                                                        *
G. TANDA TANGAN PROKLAMASI SEPERTI DEKLARASI KEMERDEKAAN AMERIKA SERIKAT

            Setelah penyusunan naskah proklamasi selesai,dilanjutkan  sidang informal bersama panitia PPKI, dan Sukarno membacakan rumusan naskah proklamasi secara perlahan dan berulang-ulang. Dan setelah dibacakan hasil dari rumusan naskah proklamasi tersebut semua setuju.
            Dengan setujunya semua anggota sidang Hatta minta seluruh anggota sidang menandatangani naskah proklamasi Indonesia merdeka itu sebagai suatu dokumen bersejarah, seperti halnya naskah proklamasi kemerdekaan ( Declaration of Independence-nya Amerika serikat dahulu).Karena mereka enggan ikut menandatangani naskah Proklamasi maka proklamasi pun diumumkan kepada dunia dengan hanya memuat nama Sukarno dan Hatta.
            Menurut Muhammad Yamin , pesan-pesan dari proklamasi kemerdekaan telah mendorong bangsa Indonesia untuk berjuang dalam revolusi. “ Meskipun kalimat proklamasi sangat pendek, Samalah naskah itu kuat dan artinya dengan Declaration of Independence ( 4 Juli 1776 ) bagi revolusi Amerika atau proklamasi Lenin ( November 1917) bagi revolusi Soviet .”
                                                                        *
H. MESIN TIK NAZI JERMAN

            Setelah konsep naskah proklamasi disetujui, rumusan itu harus diketik terlebih dahulu sebelum diajukan kepada para anggota PPKI dan lainnya yang menunggu di ruang tengah. Karena tidak adanya mesin ketik di rumah Maeda lalu Satzuki Mishima menuju ke kantor militer Jerman untuk meminjam mesin ketik Nazi Jerman.
            Sayuti Melik, ditemani BM Diah,mengetik naskah proklamasi di ruangan bawah tangga deket dapur. Dia mengetik naskah proklamasi dengan perubahan : “ tempoh “ menjadi “tempo”; kalimat “ wakil-wakil bangsa Indonesia “ diganti “ atas nama Bangsa Indonesia “ dengan menambahkan nama “ Soekarno-Hatta”: serta “ Djakarta,17-8-05” menjadi “ Djakarta,hari 17 boelan 8 tahoen 05. Angka tahun ’05 adalah singkatan dari 2605 tahun showa Jepang, yang sama dengan tahun 1945 masehi. Dan hasil perubahan dan ketikan Sayuti Melik yang kemudian dibacakan pada 17 Agustus 1945, sebagai berikut :
PROKLAMASI
            Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
            Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
            Atas nama Bangsa Indonesia
Soekarno-Hatta
Dan untuk terakhir kali,BM Diah melongok lagi di kamar tempat Sayuti Melik mengetik. “ Saya melihat teks asli itu tergolek di meja. Karena saya gembira, teks asli itu terlupakan. Kertas itu kemudian saya ambil, saya lipat dan saya simpan baik-baik di dalam kantung selama empat puluh tujuh tahun lamanya. BM Diah baru menyerahkan teks proklamasi asli itu kepada Presiden Soeharto pada 1993.
                                                            *
I. PROKLAMASI MINTA DIULANGI

            Dalam pembacaan naskah proklamasi salah satu pasukan barisan pelopor kira-kira seratus orang yang dipimpin oleh S.Brata, daidanco Penjaringan Jakarta, memasuki halaman rumah Sukarno. Mereka kecewa karena terlambat datang, dengan suara lantang, S. Brata meminta supaya Sukarno sekali lagi membacakan proklamasi mkarena pasukannya telah datang dengan berbaris dari tempat yang jauh. Sukarno keluar kamar dan mengatakan melalui mikrofon , “ Proklamasi tidak bisa diulangi karena hanya dibacakan satu kali, tetapi berlaku selamanya.” Dan Sukarno memutuskan untuk melaporkan secara resmi proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 kepada pemerintah Jepang. Dan Soetarjo sebagai utusan dari Sukarno memberitahukan kepada pemerintah Jepang dan mereka menerima laporan tersebut dengan baik tidak ada tanda-tanda marah.
                                                                        *
J.TELE-PROKLAMASI DI ASRAMA PRAPATAN 10

            Menjelang subuh,17 Agustus 1945, Chairul Saleh datang ke asrama Prapatan 10. Dia menunjukan naskah proklamasi yang akan dibacakan pukul 10.00 di depan rumah Sukarno di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.
            Walaupun telah ditetapkan tempat dan waktu upacara pembacaan proklamasi kemerdekaan tetapi mereka masih khawatir, kalau Jepang masih akan berusaha mencegahnya. Untuk menghadapi kemungkinan itu, maka di asrama Prapatan 10 diadakan upacara paralel.
            Ada seseorang anggota Peta mengambil posisi di dekat telepon di kamar kerja Sukarno yang menghadap tempat upacara. Dan setelah selesai upacara pembacaan proklamasi Sukarno mendengar anggota Peta itu berkata melalui telepon, ‘ Bagus. Sudah selesai’. Kemudian dia meletakan telepon dan Sukarno masuk dan kembali ke kamar. Berhubungan telepon untuk menjaga keamanan selama berlangsungnnya upacara proklamasi, ini dilakukan oleh Mahamit yaitu tele-proklamasi dengan asrama Prapatan 10.
                                                                        *
K. DARI MANA KAIN BENDERA PUSAKA SANG SAKA MERAH PUTIH ?

            Bendera pusaka sang saka merah putih yang dikibarkan pada proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah bendera yang dijahit oleh Fatmawati. Bentuk dan ukurannya tidak standar karena kainnya berukuran tidak sempurna.
            Dari mana Fatmawati mendapatkan kain merah putih untuk dijadikan bendera pusaka ? Fatmawati meminta tolong kepada Shimizu untuk mencarikan kain merah dan putih untuk dijadikan bendera . dan Shimizu mendapatkannya dari sebuah gudang Jepang di Pintu Air di depan eks bioskop Kapitol. Selanjutnya setelah mendapatkan kain itu Fatmawati menjahit kain itu dengan tangan menjadi bendera pusaka.
            Banyak kejadian yang tidak diinginkan bangsa Indonesia, salah satunya adalah agresi kedua dari Belanda pada 19 Desember 1945. Ketika itulah Sukarno memerintahkan Husein Mutahar untuk menyelamatkan Bendera Pusaka Merah Putih itu dengan segenap jiwa dan raganya.
            Mutahar menanggung tugas berat, tetapi terhormat. “ Merah putih bukan sekedar selembaran kain. Melainkan lambang kehormatan bangsa dan negaramu, Republik Indonesia, “ Pesan Sukarno.
            Akhirnya Mutahar mendapat akal. Dicabutnya benang jahitan yang memisahkan kedua belah bendera. Bagian yang putih disimpan di dalam baju. Bagian yang merah di dalam tas pakaian. Dan akhirnya Muntahar berhasil menjalankan tugasnya mengamankan bendera pusaka merah putih. Setahun kemudian dialah pula yang menjahit kembali bendera pusaka ini sebelum dikibarkan di Jakarta setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember 1949.
            Banyak kejadian yang menyangkut Bendera Pusaka Merah Putih. Dan dapat dikatakan Bendera merah putih sudah melintasi sejarah panjang. Menghormati bendera bukan berarti memuliakan bendera itu sendiri, tapi menghargai sejarah dan simbol kebangsaan serta kemerdekaan yang diperjuangkan dengan darah dan air mata.  
                                                                        *
L. MIKROFON PROKLAMASI
           
            Jika mesin tik yang digunakan Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi milik Angkatan Laut Nazi Jerman. Kain bendera pusaka merah putih yang dijahit Fatmawati pemberian Hitosji Shimizu. Dari manakah mikrofon yang digunakan Sukarno untuk membacakan proklamasi kemerdekaan ?
            Mikrofon satu-satunya yabg digunakan pada waktu proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 adalah hasil kecerdasan otak dan ketrampilan tangan seorang Indonesia yang bernama Gunawan.
            Dimanakah benda bersejarah itu sekarang ? Pada sekitar tahun 1960, mikrofon beserta standardnya tapi tanpa versterker, diminta Harjoto dari Gunawan untuk diserahkan pada presiden, agar akhirnya disimpan di Monumen Nasional. Disamping kertas dengan teks proklamasi dan bendera pusaka, mikrofon pun benda bersejarah, yang pantas disimpan sepanjang masa.
M.TESTAMEN DAN PROKLAMASI OTENTIK YANG HILANG

            Selama lima belas tahun sejak proklamasi kemerdekaan, naskah proklamasi yang lebih dikenal masyarakat adalah yang masih berupa tulisan tangan Sukarno. Sebab, konsep tulisan tangan Sukarno inilah yang kemudian banyak dimuat surat kabar dan buku-buku pelajaran sejarah.
Tetapi naskah proklamasi yang lebih dikenal masyarakat berbeda dengan yang diucapkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tulisan tangan Bung Karno tertulis ‘ wakil-wakil Bangsa Indonesia ‘ sedangkan yang dibacakan pada 17 Agustus 1945 berbunyi ‘ Atas nama Namgsa Indonesia ‘. Dan entah kenapa naskah proklamasi yang resmi kemudian tidak muncul, menurut Sayuti Melik.Naskah proklamasi otentik baru muncul pada sekitar tahun 1960 disampaikan oleh Aidit ( Ketua CC PKI ) kepada Bung Karno bersama-sama dengan testamen Bung Karno kepada Tan Malaka.
Setelah bertemunya Sukarno dengan Tan Malaka, Iwa  Kusuma Sumantri, dan Gatot Taroenamihardjo, di rumah Ahmad Subardjo . Pada 30 September 1945, mereka sepakat menunjuk Tan Malaka, Sutan Sjahrir, Wongsonegoro, dan Iwa Kusuma Sumantri sebagai Ahli waris revolusi bila terjadi sesuatu pada Sukarno-Hatta. Sukarno lalu meminta Tan Malaka menyusun kat-kata testamen . setelah semuanya setuju, naskah diketik Achmad Subardjo dan dibuat rangkap tiga.Sukarno-Hatta lalu menandatanganinya.
Karena banyak permasalahan ketika dikeluarkannya testamen yang  terlempar kesana kemari dan tibalah kembali naskah testamen bersama naskah proklamasi itu di tangan Sukarno. Kemudian naskah testamen dirobek-robek oleh Sukarno.
                                                            *
N. MENYEBARLUASKAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN

            Rapat penyusunan naskah proklamasi berakhir sekira pukul 03.00 pagi, tanggal 17 Agustus 1945. Hatta berpesan kepada para pemuda untuk memperbanyak teks proklamasi itu dan menyebarluaskan ke sekuruh Indonesia sedapat-dapatnya.
            Para pemuda dari berbagai kelompok bergerak kesana-kemari di seluruh kota. Mereka mengatur dan menyiapkan penyebaran dan pengumuman proklamasi sampai pagi harinya. Banyak cara yang dilakukan para pemuda untuk menyebarluaskan teks proklamasi kemerdekaan dan banyak juga rintangan yang mereka dapatkan. Salah satunya tentara Jepang yang menghalangi tersebarnya teks proklamasi. Tetapi semakin giat tentara Jepang menghalangi, semakin giat juga para pemuda menyebarkannya.
            “ Akhirnya dengan kemauan sendiri dan dengan keteguhan keyakinan kaum buruh di kantor Diomei di Jakarta, maka dapatlah penyiaran berita proklamasi itu disiarkan ke seluruh Indonesia dan boleh disebutkan ke seluruh dunia dengan melalui udara ( radio gelombang pendek ) “ kata Adam Malik.
            Hanya pada pukul 11.30 malamnya militer Jepang setempat muncul untuk memberikan teguran resmi dan setelah itu tidak ada lagi gangguan dalam proses menyebarkan berita bahwa Indonesia, setidak-tidaknya di atas kertas, sudah merdeka.
                                                                        *

O. SEMBOYAN DAN PEKIK
PERJUANGAN “ MERDEKA “

            Pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, setiap kali orang bertemu pasti akan mengucapkan salam “ merdeka “. Bahkan salam perjuangan “ merdeka ” ditetapkan dalam Maklumat Pemerintahan tanggal 31 Agustus 1945 sebagai salam nasional, yang berlaku mulai 1 September 1945. Maklumat tersebut sebagai berikut :
            Sedjak 1 September 1945 kita memekikkan pekik “ merdeka “.
            Dengoengan teroes pekik itoe, sebagai dengoengan djiwa jang Merdeka !
            Djiwa merdeka, jang berdjoang dan bekerdja!
            BERDJOANG dan BEKERDJA
            Boektikan itoe !
            Soekarno
            Salam perjuangan harus dipekikkan dengan penuh semangat, lengan kanan naik sampai setinggi bahu dan tangan dikepalkan sambil berteriak ‘ merdeka!’ saran dari Otto Iskandar Dinata.
            Pekik “ merdeka “ menggema dimana-mana kala itu. Semboyan seperti “ Sekali Merdeka Tetap Merdeka “ atau “ Merdeka atau Mati “ juga kerap diucapkan para pemuda dan pejuang, yang menunjukan tekad untuk mempertahankan kemerdekaan.
                                                                        *

P. ZAMAN BERSIAP SETELAH PROKLAMASI

            Proklamasi kemerdekaan Indonesia menuntut pengorbanan dan perjuangan dari rakyatnya.Pasca proklamasi kemerdekaan tersebutlah “ zaman bersiap “. Zaman ini menimbulkan berbagai tragedi kemanusiaan, baik di pihak Republik Indonesia, maupun pihak penjajah Belanda. Salah satu tragedi itu adalah pembantaian Rawagede di Karawang.
            Menurut sejarawan , Dien Majid dan Darmiati, sejak kedatangan sekutu hampir setiap malam atau sepanjang hari selalu terjadi bentrokan antara emuda pejuang melawan serdadu belanda. Pada zaman itu terkenal denagn “ zaman bersiap “. Maksudnya jika tentara Inggris atau Belanda mengganggu ke kampung-kampung atau instansi yang telah dikuasai republik, serentak terdengar aba-aba dari para pemuda pejuang ‘bersiap’ .
            Masa bersiap tidak berlangsung lama seiring berjalannya pemerintahan Indonesia dan upaya keras Belanda untuk kembali menduduki Indonesia.Orang-orang Belanda di Indonesia pun reelatif lebih aman. Hal ini diakui seorang pendeta, Nn. GAR Bijleveld, dalam suratnya kepada sekretaris Zending SC Graaf van Randwijk di Bandung, 28 Februari 1952.
                                                                        *
Q. MENJAJAKAN BENDERA MERAH PUTIH

            Agustus adalah bulan Kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus, pedagang musiman mulai menjajakan bendera merah putih di pinggiran jalan. Banyak yang mau membeli. Sebab, sesuai UU No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, setiap warga negara wajib mengibarkan bendera setiap peringatan Hari Kemerdekaan.
            Karena kebutuhan pengadaan bendera meningkat, tak heran jika ada yang menjadikan sebagai barang dagangan. Penjualan bendera merah putih mulai marak sejak masa revolusi. Banyak cara untuk menyebarluaskan simbol merah putih atau bendera merah putih.
            Karena militer Belanda di Surabaya menganggap sistem cockade ( suatu hiasan atau materi ysng dipasangkan di topi sebagai simbol pangkat, tingkatan, dan sebagainya ) dan menjual bendera, apalagi mengibarkannya, sebagai ancaman serius. Mereka mengambil tindakan keras. Tapi para pejuang tak gentar. Mereka terus menjual dan mengibarkan bendera merah putih, karena Indonesia telah merdeka .
                                                                        *










Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

anda pengunjung ke

Recent Posts

Theme Support

Pages