Terjun
di dunia politik dan sukses memiliki karir cemerlang di sebuah partai
besar tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi sebagian orang. Namun lain
halnya bagi Syaiful Bari (30) yang bisa dikatakan sebagai “orang gila”
karena terlalu nekad mengambil resiko dan tidak sayang melepas status
pekerjaannya yang kala itu termasuk “
basah” di dunia politik.
Menduduki jabatan terakhir sebagai
Manager Kampanye Nasional
DPP PKB pada Pemilu Legislatif 2009, tak lantas membuat lelaki lulusan
Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini puas dengan karirnya
saat itu. Bahkan di luar pekerjaan di DPP PKB, saat itu Syaiful Bari
masih aktif menulis.
“Di luar pekerjaan di DPP PKB, saat itu saya masih aktif menulis. Dan
kebetulan saya bertemu dengan salah satu pengusaha Kopi Luwak yang
meminta saya menuliskan
ebook tentang Kopi Luwak yang saat itu
masih menjadi harta karun. Dari sinilah minat dan hasrat saya terhadap
kekayaan Kopi Indonesia tumbuh dan kian bertambah sampai akhirnya
mendirikan FULCAFF yang awalnya hanya bergerak di bidang usaha kopi
luwak asli,” ujar Syaiful Bari.
Membangun Bisnis Kopi Luwak dari NOL
Pada bulan Oktober 2010, Syaiful memutuskan
resign dari
semua pekerjaannya di dunia politik dan memilih membangun bisnis sendiri
dari NOL. Terbukti, keyakinan Syaiful terhadap peluang bisnis Kopi
Luwak Asli yang dipasarkan melalui sejumlah website yang Ia buat mulai
berbuah manis. Awal tahun 2011, Syaiful mendapatkan
buyer dari Singapura dan sengaja diundang kesana untuk menjalin kerjasama bisnis Kopi Terbaik dan Termahal Sejagad.
Berangkat dari situ,
buyer Kopi Luwak Asli merek Fulcaff
mulai berdatangan dari berbagai negara. Beberapa di antaranya bahkan ada
yang datang langsung ke tanah air bertemu dengan owner Fulcaff. “Syukur
Alhamdulillah, kini Kopi Luwak Fulcaff memiliki berbagai
sertifikat resmi dan konsumennya tersebar di Korea Selatan, Taiwan,
Jepang, China, India, Qatar, Rusia, Amerika Serikat, Jerman, Belgia,
Italia, Afrika Selatan, dan masih banyak lainnya,” tuturnya.
Tak berhenti di situ saja, Syaiful mulai
menggenjot
pemasaran produk baik melalui media online maupun offline. “Saat ini
Kopi Luwak Fulcaff juga dapat dibeli di mall-mall seperti Sarinah
Thamrin dan juga dijual di Lazada, serta tentu saja juga bisa dibeli
secara online di sejumlah web Fulcaff. Kopi Luwak Asli merek Fulcaff
juga dapat dipesan langsung di Cafe Fulcaff Kota Depok,” ungkap
pengusaha sukses yang akrab dipanggil Syaiful tersebut.
Melihat permintaan pasar yang begitu besar. Syaiful mulai optimis dengan
bisnis kopi
luwak asli yang ia kembangkan. Bahkan saat ini produk Fulcaff bukan
hanya terbatas pada Kopi Luwak Asli, Fulcaff juga mulai memproduksi
Specialty Coffee Indonesia
seperti Arabica Aceh Gayo, Toraja, Lintong, Mandheling, Java Sunda
Hejo, Bondowoso, Bali Kintamani, Flores Bajawa, Papua Wamena.
Selain itu, Fulcaff juga menjual kopi impor yang
fresh dan
finest seperti Kopi Arabika Kenya, Brazil Santos, Blue Mountain Jamaica dan lain-lain. Fulcaff juga memiliki
Single Origin Coffee, dan
Premium Coffee Blend yang dijual dengan harga
reasonable.
Menggandeng Mitra Untuk Mengembangkan Bisnisnya
Dalam mengembangkan bisnisnya, Syaiful tak tanggung-tanggung dalam
melakukan inovasi. “Fulcaff juga sudah bergerak di bisnis Cafe Fulcaff
yang saat ini telah diwaralabakan. Selain
bisnis franchise
Cafe Fulcaff, tersedia juga waralaba murah dalam bentuk Gerobak Fulcaff
dengan 3 pilihan paket, yaitu: Paket Hemat dengan nilai investasi Rp
5.000.000,00, Paket CapDur dengan nilai investasi Rp 8.500.000,00 dan
Paket All in One dengan nilai investasi Rp 12.500.000,00,” ucapnya
kepada tim liputan BisnisUKM.com.
Saat ini cafe Fulcaff memiliki lebih dari 70 menu makanan dan minuman
dengan kisaran harga Rp 10.000,00-Rp 75.000,00/ porsi. Sedangkan untuk
produk lainnya seperti Single Origin Coffee dipasarkan dengan harga Rp
65.000-Rp 100.000 per kemasan netto 250g, Premium Coffee Blend dengan
harga Rp 45.000-Rp 50.000 per kemasan netto 250g, Kopi Luwak Arabika
Gift Box dengan harga Rp 250.000 per kemasan netto 100g, Kopi Luwak
Peaberry Gift Box dengan harga Rp 400.000 per kemasan netto 100g, dan
lain sebagainya.
Dibantu oleh lima orang karyawan, saat ini Syaiful bisa memproduksi
kopi luwak dengan kapasitas produksi 100kg/bulan, sedangkan untuk
Single Origin Coffee dan
Premium Coffee Blend kapasitas produksi kurang lebih 1 ton per bulan.
“Alhamdulillah bisnis kopi ini berkembang melebihi ekspektasi. Dari
bisnis Kopi Luwak berkembang dan bertambah Single Origin Coffee, Premium
Coffee Blend, Kemasan Kopi Impor, Cafe Fulcaff dengan konsep
Wisata Kopi
berbagai varian dan aneka pilihan metode seduh. Tersedia juga WARALABA
Cafe Fulcaff serta Gerobak Fulcaff yang sudah buka di Tenggarong, Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur dan berbagai daerah lainnya,” imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai kemenangan terbesar yang Ia dapatkan setelah
terjun di dunia usaha, Syaiful mengaku banyak keberkahan yang Ia
dapatkan. “
Alhamdulillah berkat bisnis kopi ini saya bisa lebih
dekat dengan keluarga. Bersyukur bisa membantu anak-anak muda yang
ingin kuliah tapi terbatas secara
financial dengan bekerja di Fulcaff,” kata Syaiful.
Meski awalnya memang cukup berat untuk meninggalkan dunia politik dan berpaling ke dunia usaha. Namun bagi
pengusaha sukses
yang satu ini, segala sesuatu itu pasti ada nolnya. “Angka 0 tidak akan
pernah menjadi 1, 2, 3 apalagi 10 kalau Anda tidak memulainya dengan
berpikir, bekerja, dan berdoa. Jangan takut mencoba! Bisnis itu memang
SERAM MENGGODA. Seram karena tidak sedikit yang gagal bahkan melarat.
Menggoda karena banyak yang SUKSES dalam bisnis dan hidup BAHAGIA,”
pesannya menutup sesi wawancara kami.
Ke depannya, Syaiful Bari sedang mempersiapkan pengembangan usaha baru dan sesuai rencana, ia ingin membuka
Barista & Coffee School. Ia berharap agar apa yang menjadi rencananya ke depan bisa diberikan kemudahan dan kelancaran usaha.
Tim Liputan BisnisUKM
Produk Gift Box Kopi Luwak Fulcaff
Paket Bisnis Franchise Gerobak Fulcaff